Sumber: Mailing List Batak Gaul-Yahoogroups

Kutipan email: Diana SIHOTANG

Judul Asli: Status Sebagai Tukang Becak

Suku Tapanuli adalah salah satu suku yang ada di Indonesia dan Anda sendiri mengenal suku yang satu ini dengan istilah Orang Batak. Kelompok suku yang satu ini adalah salah satu kelompok suku yang juga menjadi sorotan khalayak ramai. Tidak dapat dipungkiri gaya bicara bersama suara lantangnya merupakan satu ciri khas mereka dan terkadang malah membuat ciut hati seseorang saat dia bicara dengan satu Orang Batak tetapi bersama suara lantang tersebut Anda juga tidak dapat menolak pernyataan bahwa Orang Batak juga dikenal penghasil suara emasnya. Tidak heran jika Anda bersua dan berbicara dengan seseorang yang memiliki volume suara besar dan lantang maka Anda akan cenderung mengira bahwa orang tersebut adalah Orang Batak!

Ada salah satu prinsip di dalam diri Orang Batak itu sendiri bahwasanya saya lebih baik menjadi seorang tukang tambal ban dari pada menjadi seorang tukang becak kayuh. Kelihatannya kalimat tersebut agak ekstrim berkesan sombong untuk didengar telinga tetapi tidak sulit untuk dilontarkan bagi Orang Batak pada khususnya padahal fakta bicara di lapangan mengatakan bahwa banyak juga Orang Batak menjadi tukang becak mesin khususnya di Provinsi Sumatera Utara dan sekitarnya.

Apa bedanya ya status pekerjaan becak kayuh dan becak mesin?

Cara kerja si tukang becak kayuh dan si tukang becak mesin adalah sama yaitu sama-sama berjuang keras di bawah terik matahari, sama-sama mencari pelanggan, dan sama-sama pula mencari uang untuk menjual jasa mereka. Mungkin bedanya hanya terletak pada kata kayuh dan mesinnya saja padahal kalau ditilik dari sisi pekerjaan yang dilakukan maka kita dapat menyimpulkan bersama bahwa itu sama-sama satu pekerjaan tukang becak!

Inikah yang dinamakan gaya dan prinsip status hidup Orang Batak?

Apakah hanya karena terletak pada satu mesin saja akan membuat perbedaan pengakuan terhadap status pekerjaan?

Pada saat ada kata uang (duit.red) masih bicara di dalam perjuangan hidup apakah prinsip harkat dan martabat masih terus perlu dipertahankan oleh seseorang?

Rasa malu dan harga diri bukanlah dua perkara kecil
di dalam status hidup seseorang makanya wajar
jika hal tersebut terus dipertahankan
tetapi jangan lupa bahwa hanya orang berkarakter kuatlah
yang dapat menunjukkan perubahannya..!

by me (~ds/ap-Sunday-18sep11)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s