Sumber: Mailing List Batak Gaul-Yahoogroups

Kutipan email: Bengchu SIHOMBING

Judul Asli: Dek..!! Mari Ku Ajari Main Gitar

Leony-ku…

Pada era tahun 80-90an, seorang pemuda yang pandai main gitar akan menjadi idola para gadis-gadis. Terutama bagi seorang mahasiswa, tidak bisa main gitar berarti kuper alias kurang pergaulan. Demikian pula kisah seorang Pemuda Mahasiswa Batak yang datang dari Sidikalang langsung ke Bandung (BTL), bernama Jalandong.

Jalandong berteman akrab dengan Jatungir. Mereka sama-sama kuliah di semester pertama ITB Bandung. Jalandong yang penuh semangat, percaya diri yang tinggi selalu menunjukkan dirinya sebagai seorang mahasiswa yang serba bisa, terutama di kalangan mahasiswi. Walaupun demikian, Jalandong adalah seorang pemuda yang polos dan belum punya pacar.

Di antara mahasiswi sekampus Jalandong, ada seorang cewek manis yang ditaksir Jalandong bernama Leony Cantika. Leony Cantika bertempat tinggal tidak jauh dari tempat kost Jalandong dan Jatungir. Setiap sore, Jalandong sengaja melintas dari depan rumah tempat tinggal Leony, untuk memantau kegiatan sehari-hari Leony di luar Kampus. Sudah lebih 2 minggu, Jalandong selalu melakukan hal itu. Setiap dia lewat, sang Idola, terlihat di teras rumah sedang belajar main gitar. Jalandong berpikir keras. “Oh…hobbynya main gitar”, fikir Jalandong. Tapi Jalandong kembali merenung, sementara dirinya tidak tau main gitar.

Setelah memutar otak selama 2 minggu akhirnya Jalandong menemui Jatungir teman akrab sekost dan sekampungnya. Kebetulan Jatungir, sedikit mahir bermain gitar karena sudah diajari Abangnya dari Medan.

“Jatungir,…gimana pun, kau harus mengajariku main gitar”, kata Jalandong pada Jatungir.

“Tumben kau Jalandong, selama ini, kau kurang tertarik main gitar, ada apa gerangan?, tanya Jatungir.

“Tidak kenapa-kenapa, pokoknya ajarilah dulu aku dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.

“Ok, tapi bayarin lah aku makan pangsit”.

“Bakso, gampanglah itu…”.

Setelah keduanya deal, sore itu sehabis makan pangsit, Jatungir dengan gayanya mulai menatar Jalandong. Dari kunci C ke F ke G dan kembali ke C. Jreng…jreng…jreng…

Demikian tekunnya Jalandong mengikuti pelajaran dari Jatungir walaupun Jatungir sedikit agak overacting. Maklumlah, ilmu yang sedikit tetapi bisa dianggarkan kepada sahabatnya Jalandong.

Walaupun setiap hari Jalandong harus traktir Jatungir makan pangsit tetapi tak terasa sudah 3 hari Jalandong belajar main gitar. Jalandong merasa dia sudah mantap bermain gitar. Jreng…jreng…jreng…C…G…Am…F…G7…C…Pokoknya mantaplah!

Beberapa lagu sudah dikuasai. Dengan kemauan keras dan percaya diri yang tinggi Jalandong sudah merasa mampu untuk menunjukkan kemampuannya di depan Leony.

Sore itu, cuaca Bandung cukup cerah. Dengan langkah pasti Jalandong melintasi gang ke gang menuju rumah Leony.

Pucuk dicinta ulam tiba! Leony sedang duduk di teras memegang gitar.

Jalandong berguman dalam hati, “mantap…”, walaupun sebenarnya tarottoknya masih buk…bak…buk…bak…Tetapi dengan tekad baja, dia menyapa Leony.

“Hai, Leony…”.

“He…Ndong…tumben kemari?”.

“Ya, Leony. Sudah beberapa hari ini saya melihat kamu belajar main gitar”.

“Ya, Ndong. Tetapi tak bisa, nggak ada yang ngajarin”.

Dalam hati Jalandong attong, “bah, kesempatan, belum ada rupanya yang ngajari”.

Dengan berani, Jalandong berkata sampir memandang penuh syahdu, “Mau kau ku ajarin main gitar?”.

“Maulah, mau kali pun!”

Mulailah Jalandong menunjukkan kemampuannya: jreng…jreng…C-G-Am-F-C.

Jalandong dengan cerdiknya (bitiks) mencoba mengajari Leony karena sudah tentu dia harus memegang jari-jemari Leony dan kemudian yang paling seru adalah di saat mengajar Leony dari arah belakang karena Jalandong merasa seakan-akan Leony bersandar pada dada bidang Jalandong.

Oh…bahagianya mereka…

— the End—

  • Maaf kalau ada nama dan kejadian/kisah yang sama.
  • Ceritanya setengah kisah nyata kata penulisnya
Comments
  1. lumayan untuk megisi waktu yg kosong, mauliate lasroha.Lanjutkan…!

  2. eta sialagan says:

    lanjutkan kedan………….. mantap kali ceritamu !!!!!!!!!!!!!!!

  3. freddy mandalahi says:

    hahahaha…..
    Mantap.
    Nata pe agak kurang menggigit endingna. Alai masih tetap bagus ceritanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s