Sumber = http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/81920

pandanganOleh : Walsinur SILALAHI

SLUM AREA area bukanlah lokasi terjadinya kejahatan,tetapi sebagai benih-benih perilaku kriminal.

Disanalah nilai budaya kejahatan dipelajari (learning of crime) dan ditumbuh kembangkan oleh kalangan anak-anak dan remaja.

Sungguh banyak anak-anak di daerah kumuh, slum area yang sejak kecil sudah belajar mencuri, merampok, menjarah, melacur dan sebagainya. Makanya, setiap kali kita mendengar anak-anak di slum area yang awalnya hanya membunuh seekor burung atau tikus, ketika remaja, atau dewasa benar-benar begitu mudah mereka membunuh manusia.

Awalnya cuma pemakai, lantas menjadi bandar narkoba.

Awalnya mereka mencuri uang orangtua, kemudian berkembang menjadi perampok, pencuri barang orang lain.

Diantara kota-kota yang memiliki kawasan SLUM AREA, DKI adalah justeru berada diperingkat satu yang memiliki rumah kumuh, SLUM AREA. Diantara kategori kumuh itu, yang termasuk SLUM AREA di DKI adalah sebagai berikit: Kampung Bali, Tanah Abang (Jakarta Pusat), Petamburan, Teluk Gong (Jakarta Utara), dan beberapa di daerah Manggarai (Jaksel)

Kalau Jakarta sebagai Ibukota RI belum mampu mengatasi perumahan, agaknya kita juga tidak bisa mengharap akan perbaikan rumah kumuh didaerah lain. Karena itu, para pemimpin jangan gampang mendongakkan kepala dan membusungkan dada sebagai orang hebat, selama di Jakarta masih banyak rakyat yang belum memiliki rumah layak huni.

Kondisi ini sebenarnya sangat berbahaya bagi Bangsa Indonesia terutama di SLUM AREA, daerah itu merupakan kawasan CANDRADIMUKA bagi tumbuh kembangnya perilaku kriminal, kejahatan, terorisme. Orang-orang miskin yang berada di SLUM AREA adalah manusia yang setiap harinya butuh makan untuk bertahan hidup.

Karena dididik dalam lingkungan rumah dan permukiman yang berkarakter kriminal, ketika perut sudah mengaung lapar, maka hati dan pikiran pun ikut mengaung diantaranya dengan mengambil jalan pintas seperti mencuri, merampok.

Bagaimana mengatasinya agar mereka tidak melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat banyak?

PENGENTASAN

Kemiskinan secara kosekwen dan memberikan hak mereka mendapatkan pendidikan dan rumah yang layak huni. Dari rumahlah dibentuk karakter anak-anak.

Yang jelas kini kita sama-sama mengetahui dan memahami bahwa akar dari semua itu adalah ‘penyakit kronis’ yang tengah mendera bangsa ini, yakni kemiskinan yang semakin parah. Karena kemiskinan, kita menjadi bangsa yang kurang bermartabat di mata dunia. Jadi BUKAN manusia atau rumah-rumah kumuhnya yang digusur, melainkan nilai-nilai, budaya, dan perilaku kemiskinan yang telah mengungkung warga miskin itulah yang harus kita kubur dalam-dalam.

Dengan begitu, ke depan Rakyat Indonesia akan menjadi manusia-manusia yang beradab dan punya harga diri, dengan tingkat kesejahteraan hidup yan lebih baik. Mereka tinggal dirumah-rumah yang layak huni dan pemukiman-pemukiman yang lebih sehat dan manusiawi.

Wals

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s