Sumber = http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/30827

pandanganOleh = Yetty

Ada satu cerita Ito-Eda…

Aku pernah ngobrol-ngobrol dengan seorang pengacara yang sinamotnya pada tahun 1997 hanya Rp. 500.000,-.
Mungkin semua yang baca ini pasti tidak percaya. Terus, kita tanya lagi,

‘bagaimana jika suatu saat nanti kejadian terulang terhadap anak Bapak, apakah mau menerima sinamot hanya Rp. 500.000,-?’

‘Kenapa tidak?’, jawab Bapak itu

‘tapi tergantung situasinya begini: Aku seorang pengacara dan aku sudah punya mobil dan rumah dan kalopun aku menikahkan, apakah aku yang menghidupi anak bapak?’, begitulah kira-kira jawaban Sang Bapak Pengacara ini terhadap calon simatua si anak.

Terus Pak pengacara ini menerangkan begini,

‘Kalo si laki-laki adalah seorang sarjana bertemu cewek sarjana, penghasilan sama maka sinamotnya bisa tidak berbayar atau tergantung kesepakatan.’

‘Tetapi kalo si cowok sarjana dan penghasilan lebih besar dari si cewek, si cewek harus tau diri kalau nantinya sinamot akan dan dapat kecil.’

‘Kalo si cewek lebih besar berpenghasilan dari si cowok maka demikian sebaliknya bahwa si cowok harus tau diri kalau sinamotnya akan diminta besar.’

‘Kalo si cowok tamat SMA tetapi memiliki penghasilan bertemu dengan cewek yang pegawai negeri, itu sepadan dan sinamot tergantung kesepakatan.’

Mudah-mudahan dengan cerita saya ini bisa jadi bahan pertimbangan buat ito, atau eda yang berencana mau menikah.

Kalau karena SINAMOT tidak jadi nikah, JANGAN BERKECIL HATI ito ato eda karena itu artinya tidak jodoh.

Mauliate, GBU
yetty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s