Uju Di Ngolu (hu) On, Bukanlah Lagu Batak!

Posted: May 22, 2009 in Diskusi, Serba-Serbi Milist
Tags: , , , ,

pandanganhttp://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/78360

Oleh = Sidabutar  <dali_hanna3@xxx>

Dear All,

Banyak orang yang mengagumi lagu ini.

Terakhir ke Bonapasogit, lagu ciptaannya D. Siahaan ini terdengar hampir di setiap sudut. Mulai dari Lapo Tuak hingga ke Lapo Chivas Regal.

Tapi pernahkah orang berpikir bahwa lirik lagu ini sangat-sangat jauh dari BATAK, terutama jika dikaitkan ke konsep:
– kosmologi Banua Ginjang, Banua Tonga, dan Banua Toru?
TONDI atau SAHALA?
– Makna Kematian
– Tingkatan kematian: Punu==> Sari matua==> Saur matua?

Bagaimana mungkin Pencipta lagu ini nekad menuliskan:
…So marlapatan marende, margondang, marembas hamu, molo dung mate ahu…
So marlapatan na uli, na denggan patupaonmu, molo dung mate ahu…

Atau barangkali, Pencipta Lagu ini sudah terlalu terpaku ke soal KEDAGINGAN sehingga KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN tidak lagi perlu.

Sehingga bentuk perbuatan baik apa pun yang kita lakukan bagi orang-orang yang kita cintai yang sudah mati secara kedagingan tidak lagi berarti apa-apa, dan juga tidak menujukkan sesuatu apa pun, dan dengan santainya, lirik lagu itu berujar:

Uju di ngolu(hu)on ma nian…
Tupa ma bahen angka na denggan, asa tarida sasude…
Holong ni rohami, marnatua-tua i.

==========

Semoga keturunan saya kelak tidak meniru apa yang disarankan lagu ini.

Semoga keturunan saya kelak memperlakukan saya secara seimbang antara ‘saya yang sebelum kematian’ & ‘saya yang setelah Kematian.’

==========

Raphon holong,
Sidabutar

Comments
  1. Horas…
    Klo menurutku, lagu ini bukannya melarang anak2nya utk memberikan penghormatan kpd ortu ketika mereka sudah meninggal. Tapi lebih menekankan ke permintaan ortu supaya, saat mereka masih hidup, si anak menunjukkan hormat dan sayangnya. jangan ketika mereka sudah meninggal aja baru ditunjukkan hormat & sayang si anak.
    Ito Sidabutar kan ingin kasih sayang anaknya seimbang saat hidup dan mati nanti, jadi nyanyikan lagu ini juga ga salah. biar si anak ingat utk sayang thd ortunya mumpung masih hidup.

  2. yup.. setuju dengan ito Mey…

  3. tiar says:

    ini lagu bagus banget menurut aku … krn kebanyakan yg nyata dalam kehidupan orang batak, penghormatan ketika hidup beda dgn penghormatan pd saat dia meninggal … toho do ikkon pasangapon do natoras niba …. alai alangkah baiknya kita lakukan smua itu pada saat dia msh hidup, ketika dia sakit kita perhatikan, ketika dia terjatuh kita topang krn menurut cerita lagu ini adalah si orang tua yg sudah renta meminta anaknya untuk berbuat yg terbaik bagi orangtuanya. menyuapi dia makan, dan memandikan dia krn dia sudah sakit2 an. Janganlah pd saat dia meninggal kita marende, margondang, marembas… karena dia sudah tidak bisa merasakan apa yg kita perbuat untuk dia …
    Dan yg paling baik memang seimbang ketika dia msh hidup dan pd saat dia meninggal.
    Nah yg terjadi pd orang batak kebanyakan adalah … tugu bagus, makam terbuat dari keramik … tp kalo kita perhatikan msh ada bahkan mungkin … rumah anak2 nya msh terbuat dari papan … kan ga masuk akal ? btw saya sangat mencintai adat batak. baik itu adat pernikahan, sulang2, bahkan sampai kematian … cm kadang untuk adat2 kematian ini saya kurang sreg … Thanks …GBU All

  4. Ondi says:

    setuju dengan ketidaksetujuan ini… menurut saya lagu ini hanya mencoba mengikis akar budaya batak. tentu saja yg paling baik adalah seimbang antara saat hidup dan mati. tapi tidak dengan seenaknya menjatuhkan penilaian “so marlapatan” tersebut. itu sangat menyakitkan hati. karena “margondang”, “marembas”, ataupun “marende” saat adat kematian itu bukan terbentuk tanpa sebab dan oleh “ompung ta si jolo-jolo tubu”, hal tersebut dimunculkan pasti melalui serangkaian permenungan yg panjang tentang siklus kehidupan-kematian ini…

  5. adhe says:

    Saya kurang paham terhadap value Batak. Tapi yang jelas lagu ini sangat Kristiani dan Teologis…

  6. anti kebodohan says:

    lae sidabutar,sebelum menulis,kalau bisa tanyakan dulu latar belakang ide lae Denny Siahaan..saya yakin,maksud dan maknanya tidak bermaksud mengabaikan penghormatan ke orangtua yg telah meninggal..saya balik ke Lae,bagaimana kalau anak lae memperlakukan lae diwaktu tua ke panti jompo,dilihat setelah meninggal baru dibuat kuburan dari emas..pilihlah dan berpikirlah..ingat perintah allah,dan banyak-banyak memaknai hidup dan agama..

  7. Balu says:

    Ini mengartikannya mungkin yg sedikit agak “parsial”, coba deh lihat semua “badan” dari seluruh syair, intinya pasti patik pa-5-hon, selamat mengartikan dan memaknai…

  8. juanfrans says:

    kalo menurut saya, maksud lagu ini kasih sayang dari anak2nya kpd ortu dan sekaligus mengingatkan kpd anak2nya betapa butuhnya dia akan kasih sayang dari anak2nya . nah , kalo ortu sudah meninggal gak ada gunanya lagi dong kasih sayang dari anak2nya?? gak ada gunanya lagi pesta , bernyanyi dll toh dia juga gak bisa dengar. kalo masalah adat, itu real culture lain dong sama kasih sayang.

  9. Anak Rantau says:

    Tu lae Sidabutar..
    Sintong do na didokhon muna i lae ale molo pendapat au pribadi pesan ni lagu on adalah asa hita denggan marnatua-tua alana biasana jolma se adong do na tois marnatua-tua molo nunga dang berdaya be na tua-tua i, ale molo dung mate ibana di baen ma pesta na balga sa tarida jolma na sukses do sude anka pi nomparna…
    jadi kesimpulan saya lagu ini tidak bertujuan mengikis adat batak akan tetapi mengigatkan kita bahwa pada masa hidupnya kita perlu juga mengurus dengan baik jangan hanya pada saat dia meninggal kita buat pesta besar sesuai adat, karena kita tidak boleh lupa bahwa bakti kita pada orang tua terbesar adalah pada masa hidupnya..
    Mauliate

  10. morhan aser sirait says:

    Klo seseorang sdh meninggal, brarti meninggalkan dunia fisik memasuki alam roh, maka dia tdk membutuhkan apa2 lagi. ketika dlm alam fisiklah seseorang merasakan rasa sakit, susah, derita, dan senang. Adapun acara adat (entah itu margondang atau tdk), utamanya bukan ditujukan kpd yg meninggal, tetapi ditujukan kepd masyarakat kelompoknya sbg suatu pelunasan kewajiban adat kpd masyarakat kelompoknya. Lagu itu tdk sedikitpun menggangu budaya batak (tdk ada faktanya), tetapi sgt tegas mengingatkan spy kita jgn sampai mengabaikan org tua diujung hidupnya. mungkin Lagu tsb tercipta krn ada peristiwa ( dan biasanya begitu), kepastiannya tentu hny bs dijelaskan oleh penciptanya. Kita Nikmati aja seni itu, tangkap pesan moralnya, dan aktualisasikan. SALAM.

  11. SALNGAM says:

    Lagu itu massagenya sebenarnya bagus. Problemnya sang komposer lupa bahwa pada umumnya orang Tua Batak mencontoh Tuahnnya yang tidak pernah minta balasan (Payback) artinya kasihnya adalah agape. Orang Tua Batak pada umumnya mengajar anaknya berbudi luhur (Lagu Poda), Getol melakukan Human Investment (Lagu Anakkonhi do hamoran di au). Seharusnya lagu itu ditujukan oleh seorang kawan kepada kawannya sebagai nasehat dengan lirik sebagai berikut…..”so marlapatan nadenggan nauli sipatupaonmu molo dung mate natua-tuai,u ju di ngolu(nai) ma nian Tupa ma bahen angka na denggan, asa tarida sasude…
    Holong ni rohami, na marnatua-tua i (maklum sang anak pada waktu orangtuanya hidup gayanya mirip Malin Kundang).
    Saya sebagai orang tua juga tak akan pernah berharap payback dari anak saya. Jika dia pada akhirnya mengabdi dan baik kepada saya kelak itu adalah penghargaan sya kepada kebaikannya. Hansit mulak manjalo humancitando mulak mangalean. That song really not “educate people”. So, kalau menyanyikan lagu itu robahlah bukan “AKU” tapi “DIA”. Ibarat lagu laki-laki dinyanyikan wanita biasanya dirubah pronounnya menjadi wanita.

  12. King Goek2 says:

    Orientasi lagu ini pada “Patik Palimahon”…. Sukses.

  13. atun says:

    Lagu ini sangat bangus sekali,karena bisa mengggugah hati,dan merubah kita supanya lebih dekat lagi ke orang tua kita yang jauh di bonapasogit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s