Ephorus HKBP, Berangkatkan Toluto-Bangkit

Posted: April 24, 2009 in Berita Sumut, Diskusi, Serba-Serbi Milist, Sumatera Utara
Tags: , , , , , ,

pandanganhttp://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/77217

Oleh = Poltak Simanjuntak <poltak_7765@xxx>

Ephorus HKBP Pdt. DR. Bonar Napitupulu, pimpinan gereja berjemaat terbesar di Asia Tenggara ini, dari gereja di Kompleks Kantor Pusat HKBP, memberangkatkan Toluto dan Bangkit Silaban, sebelum mengikuti pelantikannya Kamis (08/04), di Gedung Sopo Partungkoan menjadi Bupati dan Wakil Bupati periode 2009 – 2014, oleh Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin.

Pesan yang disampaikan ephorus sangat terang benderang, bahwa Toluto adalah pimpinan yang dipilih oleh Tuhan. Paling tidak itu yang tergambar dan terbaca dari pemberitaan salah satu koran yang sedari dulu memang gemar memberitakan “kehebatan” Toluto, Harian SIB.

Membaca berita itu, lama saya bermenung. “Ephorus HKBP, memberangkatkan “penguasa” Tapanuli Utara, ada apa?”. Untuk mengatakan bahwa ibadah itu “murni” sebagai bagian tanggungjawab gereja dalam “menggembalakan” kekuasaan duniawi, sepertinya tidak tepat. Sebab, sejak kampanye pun, sudah terlihat jelas keberpihakan ephorus ini terhadap Toluto. Bahkan, tanpa mempertimbangkan indepensi gereja dan pimpinannya, sang ephorus bertindak layaknya “Tim Sukses” yang barang tentu sangat mempengaruhi jemaat untuk menjatuhkan pilihannya.

Lalu muncul pertanyaan, apakah calon-calon lain yang tidak mendapat restu ephorus itu yang barangkali jemaat HKBP juga, memiliki kualitas “ke-gerejaan” yang lebih rendah? Apakah, Toluto dengan segala latarbelakang yang “unik” itu lebih gerejani daripada yang lain?

Tanpa memposisikan diri sebagai “hakim”, dengan objektifitas yang barangkali tidak objektif menurut Ephorus dan Toluto, saya justru melihat kenyataan yang sangat bertentangan. Diulanginya Pilkada Taput yang akhirnya juga dimenangi oleh Toluto, tentu bukan tanpa cacat. Money Politics, dan berbagai tindakan curang dalam Pilkada, justru itu yang meyakinkan Mahkamah Konstitusi untuk menetapkan Pilkada Ulang di Taput.

Keputusan Nomor: 49/PHPU.D-VI/2008 tanggal 16 Desember 2008, Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan KPUD untuk melaksanakan pemungutan suara ulang Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Tapanuli Utara di 14 kecamatan minus Kecamatan Muara, yang dibacakan oleh Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) Mahfud MD di Jakarta, Selasa (16/12).

MK juga memutuskan membatalkan dan menyatakan tidak mengikat secara hukum Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tapanuli Utara (KPUD Taput) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Tapanuli Utara dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2008 bertanggal 23 November 2008.

Keputusan untuk mengulang pemungutan suara pilkada di Kabupaten Taput, dikarenakan MK menemukan berbagai pelanggaran serius dan signifikan yang mempengaruhi perolehan suara terbukti secara sah dan meyakinkan.

Setelah terbukti melakukan penggelembungan suara pemilih sebanyak 26.091 pada pilkada  (27/10/08), Toluto juga diduga korupsi uang sekitar Rp24 miliar dan kini kasusnya sedang diproses KPK. Dan ini sangat lumrah sebab dana yang dikeluarkannya untuk mempertahankan kekuasaanyapun tidak tanggung-tanggung. Ucapan syukurnya terpilih kembali sebagai bupati juga harus dirayakan sampai 6 kali acara syukuran dengan menghabiskan Rp. 360 juta dan biaya sumbangan ke gereja sekitar Rp1,2 miliar ditengarai  bermasalah.

Apakah dengan pelanggaran serius dan signifikan yang dimaksudkan MK itu, berbeda arti dengan penilaian sang ephorus HKBP?

Apakah, kerendahan sense of crisis Toluto hingga berpesta pora dengan biaya besar itu, sesuai dengan seruan gereja?

Apakah, sumbangannya yang 1,2 M dan bermasalah itu, mempengaruhi dukungan gereja?

Dan, hampir semua tahu bahwa track record Toluto, yang malang melintang di dunia “togel” dan diakui sebagai anggota organisasi kepemudaan berpredikat “preman”, tentu sangat jelas menunjukkan citra dirinya. Jika inipun tidak dipermasalahkan seorang ephorus, tentu menjadi bahan pelajaran baru bagi jemaat HKBP.

Saya hanya mau katakan, gereja HKBP bukanlah milik seorang ephorus, sehingga jika ephorus ternyata hanya memanfaatkan gereja untuk kepentingan pribadi dan kepentingan gereja dalam arti sempit, tentu jemaat wajib mengkritisinya.

Tidak perlu takut lagi mengkritisi seorang ephorus, sebab apa yang didukungnya juga sangat tidak sesuai dengan “tugas mulia” seorang pimpinan jemaat. Jika tidak dalam waktu dekat, dia pasti wajib mempertanggungjawabkannya kepada si pemberi mandat ke-ephorusannya kelak. Di bumi (jemaat) dan di akhirat (Tuhan).

Buat Toluto dan Bangkit, jika merasa mampu membodohi masyarakat Taput, yakinlah suatu saat ada waktunya, anda harus mempertanggungjawabkannya, sama dengan ephorus yang mendukung anda harus bertanggungjawab. Sejarah akan mencatat, bahwa ada ephorus yang sangat menikmati kekuasaan dan ada penguasa di Taput yang piawai memanfaatkan gereja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s