pandanganhttp://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/77499

Lima huruf dalam satu kata dalam Bahasa Batak yang sangat sering didengar, dikatakan, diucapkan, diungkapkan oleh seseorang kepada orang lain atau malah sering datang kepada diri kita sendiri atau dari kita sendiri kepada orang lain.
Hal ini sangat banyak dikeluarkan dan diucapkan oleh ‘halak hita’ dan ‘non halak hita’ yang tinggal di daerah berpenduduk Suku Tapanuli. Barangkali dapat dikatakan kebiasaan buruk alias tuman untuk mengeluarkan satu kata tersebut meskipun demikian kadang seseorang mengeluarkannya tanpa disadarinya (kebiasaan.read).

BABAM’ dapat diartikan mulut mu dalam Bahasa Indonesia.
Untuk ‘halak hita’ dapat dikategorikan dan termasuk sebuah kata yang kasar. Kalau ditinjau dari makna Bahasa Indonesia kata mulut mu, emang kasar banget, coy! Itu menurut ku ya.

Menurut salah seorang yang dekat dengan ku, kata ‘BABAM’ biasanya digunakan oleh seseorang kepada orang lain yang dianggap sudah dekat atau bahkan sudah sangat dekat.
Kata ‘BABAM’  juga dan biasanya digunakan seseorang yang lebih tua kepada orang yang lebih muda darinya. Bukan dikarenakan lebih tua menjadikan seseorang seenaknya bicara tetapi lebih pantas saja jika dipandang dari segi etika usia dan etika berbicara.

Pertama kali aku mendapatkan kata ‘BABAM’ dari seseorang, sangat mengejutkan, ‘wouw’ ini orang kasar amat ya?’, itu fikiran ku pada saat lalu. Meskipun demikian kata ‘babam’ tersebut hingga saat ini sering dituliskan dan diucapkannya kepada ku. Biarkanlah, ‘asa sonang roham’ (biar senang diri-mu.read).
Kadang-kadang terbesit sebuah pertanyaan, ‘kok hubungan dekat malah makin kasar ya kata-katanya?’.
‘Kok, orang tua malah ngajarin dan kasih contoh kata yang kasar ya?’. Bisa jadi demikian.

Kata ‘BABAM’ akan lain maknanya jika diucapkan kepada ‘halak hita’ kepada seseorang yang baru dikenal. Kemungkinan dan kebiasaan ‘halak hita’ akan menimpali dengan kata-kata lainnya jika orang tersebut sudah merasa tidak nyaman, ‘dang maradat ho’ atau bahkan kalimat lainnya yang mengarah ke sebuah emosi. Sering kali bahkan ‘halak hita’ langsung ‘muruk’ atau emosi dengan cara ributnya. Itulah sisi kehidupan unik Orang Batak.

So akankah tetap kita pertahankan dan dikembangkan kata ‘BABAM’ yang sudah ada ini untuk di kemudian hari?
Atau akankah kita sebagai ‘halak hita’ akan selalu menggunakan kata ‘kasar’ ini?

Dari semua yang dituliskan dan keterbatasan ku dalam memaknai kata ‘BABAM’ tersebut maka sudah seharusnya aku meminta maaf duluan (bah) kepada semua Orang Batak tetapi tidak salah jika mau dibahas dan dikoreksi. Silahkan obornya.

by me (~ds/ap-22apr09)

Comments
  1. […] ‘BABAM’ dapat diartikan mulut mu dalam Bahasa Indonesia. Untuk ‘halak hita’ dapat dikategorikan dan termasuk sebuah kata yang kasar. Kalau ditinjau dari makna Bahasa Indonesia kata mulut mu, emang kasar banget, coy! Itu menurut ku ya. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s