CURHATAN, PEMBANGUNAN DI TAPANULI

Posted: February 20, 2009 in Artikel, Berita Sumut, Halak Batak-Kebanggaan Orang Batak, Serba-Serbi Milist, Sumatera Utara

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/75587

saya mau sedikit cerita nih,

Lebaran tahun lalu aku baru saja pulang ke bona pasogit (Tanah Tapanuli) dengan tujuan utamanya adalah Siborong2, sebenarnya tahun 1995 kami sekeluarga pernah pulang kampung tapi karena waktu itu aku masih sekolah maka tidak ada acara jalan2 yang berarti karena anak2 hanya mengikuti instruksi orangtua. Nah, kemaren itulah aku baru tau yang namanya Balige, Tarutung, (walaupun mungkin sebenarnya sudah pernah aku lewati sebelumnya) Tanjung Balai, Sei Berombang, Langkat.

Adalah abang suami aku yang telah merantau ke sumatera sejak akhir tahun 90-an dan selama itu pula dia belum pernah berjumpa dengan suami aku, sekarang mereka tinggal di Sei Berombang. (Labuhan atau Asahan, aku tdk paham sekali) Setelah tiba di Siborong2, tujuan kedua dan penting ke-2 ku adalah Gurgur Balige. Jaraknya sekitar 30-40 menitan dari Sbb dan jalannya luar biasa, di balige-lah tiba2 muncul ide nekat aku untuk jalan ke tanjung Balai. Karna tiba2 aku berfikir, orang dengan ekonomi menengah seperti aku tidak bisa meramal kapan kira2 akan plesir lagi ke tanah kelahiran ku ini, belum tentu 5 tahun, 10 tahun atau bahkan jangan2 nunggu ada kabar buruk baru maksa pulang. Kebiasaan buruk budaya Timur… maka akhirnya aku putuskan untuk berani ke tanjung balai juga mencari tau rumah abang.

Aku pergi hanya dengan anak ku yang berumur 8th, dan sama sekali buta soal tanah Sumatra. Dari balige aku naik mobil lagi menuju tarutung untuk mencari mobil kearah tanjung balai, mengingat aku tidak tau medan ini sama sekali aku hanya berkonsultasi dengan teman yang membangun dan  mendoakan. Sampai di Porsea baru aku laporan via telpon dengan suami di jakarta. Sontak dia kaget dan kalang kabut.

Inti ceritanya sebenarnya bukan drama keluarga ini teman, dari tarutung jam 10 pagi dan membayar ongkos 45rb plus ongkos calo 5rb akhirnya jam 5 sore aku sampai di Tanjung balai. Mobilnya adalah kendaraan yang kondisinya persis seperti gambaran Andea Hirata di buku 4-nya (mobil bang Zaitun). Aku bisa melihat jalanan dari lantainya yang agak regas, bangku belakang pun yg seharusnya diisi 4 orang karena (mungkin) menunggu tertalu lama seorang ibu memaksakan anaknya yang remaja duduk diantara kami. Halleluyah..great 5 hours I have (karena harus pangku anakku pula).

Suara kaset naik-turun yang dipasang berkali2, menambah pilu suasana. Dari tanjung balai kami naik boat yang isinya mahluk hidup (karena ada kambingnya juga boo..) dengan harga tiket 60rb. Tanpa ada pemberitahuan (aku tanya sana-sini) kapal terapung 3 jam. Akhirnya menjelang magrib saya sampai di Sei berombang..

Cerita pulangnya lagi, kami akan ke Medan (kumpul terakhir sebelum akhirnya kembali dari Sbb) dari Sei B kami dua kali dipindah perahu kecil sampai akhirnya jam 7 malam naik bus jurusan Medan. Dengan ongkos 80rb jam 6 pagi sampailah kami di Medan. Perjalanan yang tidak akan kulupa pikirku.

Tapi kenyataan sepanjang jalan yang aku lihat…(kata org2 batak yang aku kenal) Porsea itu tanah tersubur diindonesia… kok saya ndak liat gitu ya… adalah beberapa warung2 ecek-ecek ditengah2 sawah, jalanannya.. OMG … rumah didaerah tj. Balaipun… kok bawahnya empang ya… entahlah saya tdk mengerti apakah memang harus begitu, atau memang ada yang salah or what!!

Jujur bukan melebih2kan, saya sempat juga menitikan airmata apalagi waktu lewat putaran parapat, sedih liat supirnya yang cuma dibayar 45rb/kepala, sedih lihat jalananya, sedih lihat kepasrahan mereka yang ada disebelah kanan-kiri saya.

Saya langsung teringat lagunya Romyana Sihotang (lagu ini saya dengar tahun 90-an)

..na mulak au di bulan onom manetek ma inang da ilukki marnida di tano batak i..tu longan do rohakku..hu rippu do nga majo bangso ki…
(waktu saya pulang kampung saya sedih liat kampung saya, saya kira udah maju)…

Sampai di jakarta, saya pulang naik ALS Bandung jadi transitnya di Tangerang. Kami naik taxi, hebat… hebatnya tehnologi otomotive Jakarta, 45 menit kemudian kami sudah tiba di rawamangun dengan ongkos 125rb belum termasuk 2x ongkos tol.
Hebat..luar biasa batin saya, dan ini selalu saya saksiakan sama temen2 marketing saya yang plan keliling Medan.

Bandingkan 45rb buat jalanan yang hancur dan waktu 7jam, juga 80rb dengan waktu 11 jam… ya saya tau bus dengan taxi…tapi bus ke Bandung pun untuk 1 jam perjalanan saya bayar ongkosnya 50an rb. Bahkan tidak 1/10-nya teman…

Begitu di Jakarta pertanyaan saya ke suami adalah: emang bensin di Kampung lebih murah ya? How come??

Saya tidak tau apa pemekaran dan sebagainya, tapi sebagai orang batak bahkan awampun saya sempat tercengang, masak sih orang batak udah puas dengan kehidupan kaya gini.

Tidak ada pembangunan, tdk ada produksi yang menyerap masyarakat, tidak ada bagian yang bisa dijual (salib kasih pun hanya dikunjungi oleh sedikit orang) katanya ada pemandian panas, ada pemandian soda dsb… tapi saya gak tau disebelah mana..semua seperti santapan hanya untuk kalangan sendiri.

Tapi saya yang Cuma numpang lahir di Sbb, I love my town…dan saya yakin masih bisa dilakukan pembangunan lagi lah…(entah apa istilahnya) tapi marilah lihat ini sebagai keinginan untuk memajukan kampung kita. Jangan belum apa2 sudah tunggang menunggngi (bahasa klise orang Indonesia) wong film-nya Hanung aja katanya ditunggangi. Whatever… saya awan, saya pun tidak begitu tahu kemajuan bona pasogit ini tapi mata kepala saya kemarin setuju mengatakan…pembangunan belum merata so mari kita dukung pembangunan bona pasogit ini…apapun (tdk anarkisme) yang sekiranya nanti lebih membuat negeri ini maju…

Kita sesama kelompok batak mungkin lebih memahami dan bisa menggambarkan cerita saya ini, apalagi yang sudah terbiasa mulak  tu huta.

Comments
  1. anda renaco.simatupang says:

    Buat orang sibolga dan sekitarnya,kalau pingin berlibur atau pingin menikmati pemandangan yg sejuk jangan lupa ya datang aja ke Bumi Asih pandan,di sana cuaca dan udaranya sejuk di tambah tempat untuk makan atau Hotel nya yang gak kalah…………,OK….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s