PACARAN, MARGA PRIA = MARGA IBU SI PEREMPUAN & MARGA IBU PRIA = MARGA IBU SI PEREMPUAN

Posted: December 25, 2008 in Diskusi, Paradaton-Upacara Adat, Serba-Serbi Milist
Tags: , , , , , , , , ,

pandanganhttp://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/73453

MANJALO PANDAPOT DIPARADATON
Oleh: Robin Damanik <robin_damanik@xxx>

Horas…dihamu akka dongan na dihaholongi kasih Tuhan ta i.

Adong sada sukkun2 niba. na sahat tu sadari on. Dang hudapotton jawaban na oke.

Adong donganku share tu ahu. Didok ibana songon on :

1. Boi do, sahalak baoa berpacaran dengan sahalak cewe, dimana inang ni cewe on samarga dohot ibana (namboruna). Ale dang namboru kandung.
Molo boi, boa do mengenai adat na berkaitan dengan na hundul di kursi parboru, paranak dll, berkaitan juga dengan hula-hula, tulang rerobot dll.
Apakah adong masalah diparadaton ?

2. Boi do sahalak baoa dohot sahalak boru marpaccaran (berpacaran), ale sarupa do marga nyokap baoa dohot boru-boru i.
Molo boi, boa do mengenai adat na berkaitan dengan na hundul di kursi parboru, paranak dll, berkaitan juga dengan hula-hula, tulang rerobot dll.
Apakah adong masalah diparadaton ?

mauliate

Comments
  1. Natan Gultom says:

    Sepengetahuan adat saya ini berarti tidak mencari boru ni tulang, melainkan boru ni boru. Berarti sama saja menikah dengan saudara boru sendiri. Wowww…

    Apabila kita mengaitkannya dengan adat Batak, khususnya urusan kekerabatan, maka hal ini tidak akan terlepas dari konsep dan pemahaman dalihan natolu. Apabila kita berpacaran dan akhirnya menikah dengan istri yang punya mamak semarga dengan kita, fungsi dalihan natolu ini tidak akan berjalan semestinya, amanghu berkata adatnya bakal “konslet” atau tidak berjalan. Di dalam menjalankan adat di dalam keluarga, kita berperan ganda (hula-hula sekaligus parboru).

    Memang ada beberapa ahli yang memperbolehkan dengan ketentuan melihat sundut atau garis keturunan generasi. Ini memang bakal sedikit ribet. Tapi melihat dari adat ini, ada imbauan agar tidak melakukan hal tersebut.

  2. Edward.s says:

    Memang kalau berpatokan seutuhnya pada adat batak hal ini memang tidak bisa, ima adataa…adat batak
    Alai kadang molo nipikir pikiran menggunakan logika modern dimana pihak laki n pihak perempuan yang tadinya hanya ktemu di perantauan dimana sebelumnya tidak saling kenal dan ga ada hubungan kekeluargaan secara langsung yang kemudian bertemu dan akhirnya tubu holong sian roha na ias…knapa tidak..
    Yang jelasnya karena kita masih asli suku batak hal itu tidak boleh karena kita masih memegang teguh istilah DALIHAN NATOLU sebagai pedoman dalam hal berinterksi terhadap sesama suku batak lainya. Okay COYYY…Slam suces…..

  3. henry Juntak says:

    Molo menurut pandapothu,
    Boi do i alana songon umpama namandok “Boi dao serep inganna ni Kopi”
    Ndang sundat bere sirongkap ni Tondi”

    Alai songon halak batak hita, asa tutu parhundul diangka paradaton tahindari ma angka hal-hal sisongoni…

    Mari lestarikan adat batak!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s