Archive for December, 2008

Sumber: Mailing List Batak Gaul-Yahoogroups

RUHUT-RUHUT PARADATON

A. PARJOJOR NI ANGKA ULAON DI PARBAGASON NI ANAK / BORU
Parjojor ni ulaon Parbagason ni Anak dohot Boru tarsongon na di toru on ma dohot Pardalanni angka ulaon :

1. Mangarisik-risik
Masijaloan/masioloan hata anak dohot boru, naeng mamungka pardongan saripeon, jala dipasahat tu natorasna be, di sangkap ni nasidai, jala ginoar ma nasida “MAROROAN”.

2. Paranak dohot parboru marsuru utusanna be (somalna sian boru) tu huta ni parboru laho mangarangrangi ulaon adat. Utusan ni paranak dohot utusan ni parboru di goari mai DOMU-DOMU. Mangakatai ma angka dongan domu-domu on taringot tu sinamot dohot angka namardomu tu ulaon I, domu-domu ma napatolhashon hasil ni pangkataion ni nasida tu paranak dohot parboru di rumang ni siulaon namangihut.

(more…)

pandanganhttp://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/65992

Sebenarnya nggak enak membicarakan hubungan “mistis”, “historis”, “romantis”, antara Marga Simanjuntak Sitolu Sada Ina (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) dengan paribannya Boru Sihotang di milis. Sebab membuka rahasia perusahaan yang selama ini terjaga rapat, serapat rahasia korupsi keluarga Soeharto.

Tapi, sekedar merespon si pariban kami Boru Hotang yang “jugul” satu ini, saya coba untuk memberi kuliah pagi minggu, judulnya “Pola Hubungan Simanjuntak dengan Boru Hotang se-Dunia”.

I. Masa Lalu :

Seorang perempuan bernama Sobosihon Br. Sihotang, merawat, melindungi, membesarkan dan mendoakan ketiga anaknya si Mardaup, Sitombuk dan Si Hutabulu Simanjuntak di tengah berbagai kesulitan, kemiskinan dan ancaman “pengamanan” hak waris dari “abangnya” yang kebetulan lahir lebih dulu dari seorang ibu yang lain.
Tanpa mendapat hak waris tanah, bahkan mendapat ancaman fisik, sang ibu harus tetap bertahan mempertahankan hidup ketiga anaknya, walaupun harus kehilangan satu anak perempuannya.

Resitensi dan nilai juang Boru Hotang ini, akhirnya dimaknai khusus oleh keturunannya Simanjuntak Sitolu Sada Ina. Makna khusus, salah satu menaruh posisi terdekat dengan seluruh Boru Sihotang di seluruh dunia, di segala tempat dan di setiap waktu. Sehingga Simanjuntak berhasil meraih posisi “anak ni huting” bagi marga Sihotang.Mendirikan tugu yang hanya di isi oleh si Sang Ibu tanpa didampingi sang suami, lain dari semua tugu yang ada bagi orang Batak.

Lalu, apa korelasi dan implikasinya terhadap pola hubungan Simanjuntak dengan Boru Hotang, saat ini?

II. Masa Sekarang :

1. Kalau seseorang yang bermarga Simanjuntak, menaruh hati kepada seseorang Boru Sihotang dan ingin mempersuntingnya, maka ada aturan adat yang diabaikan, yaitu : tidak akan membicarakan tuhor (mas kawin). Pihak Sihotang sebagai pemilik boru, akan memberi kemudahan yang sangat luas, sehingga terkesan “buat ma disi, paribanmu do i”.

2. Kalau seseorang atau sekumpulan marga Simanjuntak bertemu dengan sesoarang atau sekumpulan boru Sihotang, maka yang terjadi adalah situasi hiruk pikuk ibarat orang yang sudah tidak bertemu seribu tahun. Istri Simanjuntak, Suami Boru Hotang, harus menyingkir dan menjadi penonton yang baik.

3. Kalau dalam pesta Simanjuntak, maka Tulang Sihotang dan Pariban na mangalap Boru Hotang selalu mendapat posisi khusus.

4. Kalau ketemu di pajak, di mall, di jalan, di rumah, di gereja, maka Boru Hotang, dengan mudahnya mengambil “tambahan modal”, bukan dalam suasan terpaksa.

5. Kalau Simanjuntak dan Boru Hotang bertemu, walaupun sebelumnya tidak saling kenal, jika sudah memperkenalkan marga masing-masing maka yang tercipta adalah suasana akrab, seperti tak berbatas.

So, kalau seorang pariban Boru Sihotang, mengatakan Semua paribannya “jugul”, tentu itu pernyataan yang penuh undangan untuk lebih merapatlah kamu “sayang”….

Horas….

~**~**~**~**~**~**~**~**~**~

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/65999

“Simanjuntak anak ni huting ni Sihotang”

Kalau di bilang “anak ni huting” sama persis kalau seekor anak kucing bebas di rumah, bebas keluar masuk kamar, bebas naik ke tempat tidur, dll (Maksudnya dalam hal positif ya. jgn di artikan negatif).

Ada selalu pesan khusus kepada marga Simanjuntak, “jangan sakiti hati boru Sihotang”  jadi kalaupun kami jugul2 tu hamu angka pariban nami boru Sihotang ndang maksud nami laho mambahen hassit rohamuna. Sabar ma hamu ate, nasib muna nama i di jolo nami angka pariban muna on.

~**~**~**~**~**~**~**~**~**~

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/66065

saya fikir tidak salahlah untuk membicarakan hubungan “mistis”, “historis”, “romantis”, antara Marga Simanjuntak Sitolu Sada Ina (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) dengan paribannya Boru Siotang di milis bg atau bg-chat ini. karena apa?
ini milis batak kok iban yg mungkin saja & saya sangat yakin untuk pengetahuan dan adanya tambahan ilmu bagi mereka yg bisa jadi belum tau cerita2 seperti ini.
saya yakin & bisa jadi masih banyak marga2 lain yg mempunyai cerita2 unik seperti ini adanya sehingga mereka juga bisa menceritakannya untuk kita semua.

satu hal yg membuat saya tersanjung dengan boru hotang yg saya punya bahwa ternyata marga simanjuntak sangat meng-idolakan br hotang tersebut karena secara langsung pun para pariban ‘jugul’ ini sangat membuktikannya. karena apa? <upss…jangan ge-er yaaa?>
satu pertanyaan dari seorang pariban ‘juntak jugul’ saya <diluar pemikiran saya sebelumnya> yaitu:
‘seluruh marga batak di dunia pasti mempunyai tugu atas marganya. coba cari oleh iban Marga apa yg TUGU MARGAnya adalah wanita/perempuan?, marga apa yg selalu menyanjung harkat & martabat wanita/perempuan?’

jawabannya hanya MARGA SIMANJUNTAK…weleh2…salut dehhh!!??

dibalik ketersanjungan dr pariban ‘jugul’ saya, ada juga kok cerita marga simanjuntak mangalap br hotang yg disia2kan…ups…bukan niat memperluas & jadi bahan acuan untuk menjelekkan marga yg ada…
ini hanya mau saya buktikan bahwa ternyata dibalik adat yg masih sangat kental masih juga ada yg mengabaikannya.
saya tau pasti ada banyak faktor yg mempengaruhinya. so mungkin bisa jadi salah kesimpulan aja kalau semua hal tersebut bisa terjadi karena faktor manusianya. bagaimana?

tapi yg sangat jelas & tampak oleh kasat mata saja bahwa 95% pariban SIMANJUNTAK saya adalah JUGUL BAUT…heheheh..
mau menangnya sendiri!!??
betul khan para pariban dunia maya?

bagaimana dengan boru JUNTAKnya?
apakah mereka hampir sama dengan SIMANJUNTAK-nya? upsss…jangan pada emosi yaaa…

~**~**~**~**~**~**~**~**~**~

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/66073

boru simanjuntak manis2, baik2, murah hati dan tidak sombong 🙂
dibilang jugul?
enggalah …malah kayaknya super pengalah deh hehehe..soalnya kakak2 ku yang sudah menikah juga sepupu2 yg boru juntak rata2 sama suaminya nurut loh tapi bukan berarti tertindas loh 🙂

IMHO, kalau jugul ato keras kepala, itu mah sifat bawaan manusia bukan bawaan marga…
dibalik setiap kebaikan seserorang pasti ada kekurangannya begitupun sebaliknya…justru ini yang buat suasana hidup kekeluargaan/pertemanan kita didunia ini berwarna warni…

~**~**~**~**~**~**~**~**~**~

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/66080

Yang Bilang Simanjuntak itu Jugul kan cuma karena iri hati melihat Laki-laki dari Simanjuntak itu ganteng-ganteng dan Boru juntak itu Cakep-cakep

~**~**~**~**~**~**~**~**~**~

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/66082

Ido dah boru ni raja.
Ai molo dang tu pariban niba be iba jugul, tu ise be?
Molo binahen jugul niba tu halak pintor ditopar iba annon laos dicap lima jari hurum niba on. Repot hita.

Hape molo tu pariban…???
Paling dicubit atau dikasih pukulan kecil bertubi-tubi. Asal jgn sampai keluar hook atau swing…oh my…

~**~**~**~**~**~**~**~**~**~

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/66111

karena saya tahu semua pariban SIMANJUNTAK hu pada ‘jugul baut’ makanya mau enggak mau yaaa harus manganju-lah…hehehhe..biar asyik & enak aja mar-pariban itu…benar demikian?
dari cerita2 unik yg sering saya dengar maka saya juga menyimpulkan bahwa ternyata latar belakang-lah yg mungkin juga sedikit mempengaruhi keturunan SIMANJUNTAK ini…
maaf, ini hanya kesimpulan sedikit dari saya…
tapi gara2 email seperti ini maka iban saya dari bandung memberi gelar pada saya ‘PARBADA’…hehhehehe…<biarin!!>

mungkin ito/eda di milis BG & BG-chat ini juga punya cerita unik seperti kami, SIMANJUNTAK vs SIHOTANG??
silahkan di bahas & diceritakan di milis ini, khan cerita2 seperti kami ini akan menjadi pengetahuan bagi kita semua sebagai orang batak, ya khan?

~**~**~**~**~**~**~**~**~**~

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/66111

Horas Iban.
Bah nangpe jugul jugul simanjuntak i,kan tong do pariban muna, jadi bah sabar ma iban manganju angka sasude hami simanjuntak pariban muna on,salam kenal ma ate iban

~**~**~**~**~**~**~**~**~**~

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul-Chat/message/9015

emank…..simanjuntak tuh jogal baut alias jugul…….hehehehe….
jgn pada marah ya yg marga simanjuntak…..(ga semua koq,khikhikhik…)kebetulan aja gw dapat marga jhuntaq yg jugul….tp dah jd mantan skrg……
abis jugul kali………piZZZZZZ…..

~**~**~**~**~**~**~**~**~**~

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul-Chat/message/9016

yupsss…
alaaamak…sanking jugulnya pariban hu tsb sudah jadi mantan yak?
asi ni rohangki…pizzz!!??

~**~**~**~**~**~**~**~**~**~

http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul-Chat/message/9019

hikss…
ternyata tulangku pada jugul2 ya…?

Kalo boru juntak, jugul2 juga gak ya??
hahahaha….

pandanganhttp://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/65983

PARIBAN hu <SIMANJUNTAK> na jugul

Oleh: Diana SIHOTANG <dianabrsihotang@xxx>

selamat hari sabtu semuahan…
bon weekend…

enak juga kalo di hari sabtu, kongkouw depan kompi nnnnn ngerumpi masalah PARIBAN NA JUGUL
salah enggak yaaa…??

saya punya pariban langsung yaitu seluruh marga SIMANJUNTAK….bener nggak nih pariban-pariban dunia maya? heheheh…
dari beberapa pariban simanjuntak…
ternyata mereka kebanyakan tukang ngerumpi sama saya…hehehe…wajarlah…namanya juga mar-pariban…
yg paling enak…kata salah seorang pariban saya di medan (senyumlah diri mu, iban> bahwa saya boleh ambil ‘duit’ dalam dompetnya…dengan kata lain sanking dekatnya-lah simanjuntak kepada paribannya br sihotang…

tapi dari sekian banyak simanjuntak yg saya kenal…maaf sebelumnya tu hamu sude pariban hu…
kok marga simanjuntak <yg PARIBAN ku yaaa…?? ups!!??> pada keras & jugul ‘baut’ yaaa? alias luar biasa kerasnya baik dalam kata2/bicara langsung…dalam bahasa dunia maya…dalam chatting…dan mungkin dalam semua dunia kali yaaa…??
upsss…pariban2 simanjuntak…jangan pada marah & ambek…karena emang kenyataannya kalian semua pada ‘jugul’…

itu semua bisa saya tuliskan karena saya sendiri<pribadi> mengalaminya…so ada apa & kenapa yaaaa para pariban hu ‘simanjuntak’ pada jugul…??

kepada seluruh member milis…mungkin ito/eda punya pendapat yg sama?

atau…

para pariban hu punya tanggapan kenapa bisa terjadi demikian?

salam hangat untuk semua,

peace & love
~ds

http://simanjuntak.or.id/2008/05/31/pola-unik-hubungan-simanjuntak-sihotang/

Pola Unik Hubungan Simanjuntak – Sihotang

Simanjuntak, sebagai sub-etnik Batak, punya keunikan yang salah satunya terletak pada penamaan komunitasnya. Pengakuan bersama terhadap identifikasi diri sebagai Simanjuntak Sitolu Sada Ina, yang terdiri dari MARDAUP, SITOMBUK dan HUTABULU, tentu bukan tanpa alasan.

Pemaknan dan kecintaan terhadap seorang INA (IBU), bagi Simanjuntak yang juga dikenal dengan sebutan PAR HORBO PUDI, menjadi perekat antara Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu, yang melanggengkan kekerabatan dalam ikatan semarga dengan berbagai konsekuensinya.

Begitu pentingnya makna dan ikatan emosional antara anak (keturunan) dengan SOBOSIHON br. SIHOTANG, sang IBU Sejarahnya, hingga membuat tugu peringatan bagi Sang Ibu dengan ketiga anak-anaknya (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) yang terletak di Hutabulu Balige.

Jika dibandingkan dengan kebiasaan marga-marga lain dalam pembuatan tugu, yang lebih menonjolkan SANG AYAH, sebagai penganut patri lineal, Simanjuntak Sitolu Sada Ina, berani menunjukkan perbedaan.

Selain dalam hal pembuatan tugu yang menghadirkan sosok Ibunya yang berasal dari hula-hula marga Sihotang, sebagai figur sentral, Simanjuntak Sitolu Sada Ina juga memelihara dengan sangat kuat pola hubungannya dengan MARGA SIHOTANG, hingga menyebutnya sebagai Bona ni Ari (Pangkal/awal dari Hari) atau Mata ni Ari Binsar (Matahari Terbit).

Hampir merata diketahui ketika Keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, bertemu dengan Marga Sihotang, tanpa komando akan menyapa dengan kata “TULANG”, dan sebaliknya Marga Sihotang akan menyapa “AMANG BORU atau NAMBORU”. Jika, bertemu dengan Boru Sihotang, maka Simanjuntak Sitolu Sada Ina (Laki-laki) akan menyebutnya sebagai “PARIBAN”, sedangkan yang perempuan akan memanggil “EDA, INANG, atau OPPUNG”.

Berdasarkan pola hubungan antara Keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) dengan Marga Sihotang yang tergolong unik ini, maka hal yang paling dihindari adalah terjadinya Perkawinan antara Boru Simanjuntak dengan Marga Sihotang. Dan, sebaliknya mendorong/mempermudah proses adat perkawinan antara Marga Simanjuntak (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) dengan Boru Sihotang. Hal ini diyakini sebagai upaya “mengulangi success story” yang pernah ditorehkan SOBOSIHON BORU SIHOTANG, merawat, membesarkan dan mendoakan ketiga anaknya semasa hidupnya kira-kira 400 tahun yang lalu.

Menurut anda, apakah pola hubungan seperti ini masih relevan dan dapat dipertahankan di masa mendatang???

[email dikirim oleh Manutur Sihotang kepada Admin Web]

Satu anak perempuan sian Sigodang Ulu menikah dengan Marga Manurung, bukan Marga Simanjuntak.

Boru Sihotang yang kawin tu Marga Simanjuntak adalah boru dari salah satu anak ni Sigodang Ulu.

Mengapa saya sebut BORU SIHABOLONAN ni SI GODANG ULU SIHOTANG adalah Marga MANURUNG, sebab anak satu-satunya Sigodang Ulu kawin tu marga Manurung, dan menjadi SINONDUK HELA. Huta dan tanah ada di Sihotang, sementara untuk SIMANJUNTAK, tanah yang diberikan baru setelah Pesta TUGU SI GODANG ULU tahun 1972.
DOLOK PANATAPAN adalah tanah yang diberikan sebagai ULOS SO OLO BURUK (istilah adat batak).

Boru Sihotang (yang bernama  Siboru Sobosihon) yang kawin dengan Marga Simanjuntak (Raja Marsundung) adalah boru dari salah satu dari lima tubuni Ompung boru Tamba (nggak tau persis, antara Sorganimusu dan Sitorbandolok), namun Siboru Sobosihon sangat disayangi semua ibotonya (tujuh marga keturunan Sigodang Ulu), itulah sebabnya Siboru Sobosihon selalu berpesan pada keturunannya supaya hati-hati dengan Tulangnya Marga Sihotang.

Siboru Sobosihon adalah istri kedua dari Raja Marsundung mempunyai kisah yang unik dalam keluarganya, apalagi terhadap keturunan Raja Marsundung yang lahir dari istri pertamanya yaitu Simanjuntak Parsuratan. Marga Sihotang sangat berperan menjaga keselamatan Siboru Sobosihon setelah tragedi yang menyakitkan Siboru Sobosihon dimana satu buah dadanya dipotong oleh Parsuratan, dengan tujuan agar ketiga keturunan dari Boru Sobosihon tidak bisa minum asi.

Marga Sihotang yang sangat sayang terhadap borunya, dan dahulu semua penatua-penatua Marga Sihotang sepakat juga untuk menjadikan Simanjuntak adalah Boru SIHABOLONAN dari Sigodang Ulu.

Itulah yang saya tahu, Salam pencerahan.

Regards,
M@nutur Sihotang / Kalimantan