Archive for the ‘Sejarah Batak’ Category

Sumber: Mailing List Batak Gaul-Yahoogroups

pandanganOleh: Diana SIHOTANG

HORAS,

Di dalam Keluarga Marga SIMANJUNTAK-sak portibi on (Horbo Pudi khususnya, awassss…jangan ambek tu hamu SIMANJUNTAK yg bukan ku maksud yaaa…) selalu mengatakan mar-PARIBAN sama boru HOTANG…

emang iyalahhhh…sejarah sudah nempel tuh di kepala ku…hmmm…pizzzz!?

Dang i PARIBAN nami, yang selalu bilang dan menuliskan sak portibi? ups!?

Mekkel muse jo hamu sude pariban hu, SIMANJUNTAK

heheheeee…

(more…)

Sumber: Mailing List Batak Gaul-Yahoogroups

pandangan

Oleh: Diana SIHOTANG

HORAS,

Ada seorang laki-laki yang mengaku dirinya Orang Batak, dengan label merk Marga BARUTO (ternyata penulisan yang benar adalah Marga BERUTU).

Laki-laki tersebut sedang curi-curi pandang, intip-intip BORU NI RAJA i alias salah satu Boru Batak.

(more…)

batakpeopleSumber: http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/1275

Oleh : batak_gaul@yahoo.com

BATAK

Batak adalah salah satu etnis diantara sekitar 200 etnis yang ada di Indonesia. Orang Batak dibedakan dari etnis lainnya lebih karena kebudayaan yang didukung olehnya. Secara fisik Orang Batak tidak berbeda dengan etnis lainnya di Indonesia mereka termasuk Ras Mongoloid dan lebih dekat ke sub etnik melayu atau bangsa- bangsa yang menempati daerah di sekitar Kepulauan Nusantara, Asia tenggara dan kepulauan di Selatan Pasifik. (more…)

pandanganhttp://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/65983

PARIBAN hu <SIMANJUNTAK> na jugul

Oleh: Diana SIHOTANG <dianabrsihotang@xxx>

selamat hari sabtu semuahan…
bon weekend…

enak juga kalo di hari sabtu, kongkouw depan kompi nnnnn ngerumpi masalah PARIBAN NA JUGUL
salah enggak yaaa…??

saya punya pariban langsung yaitu seluruh marga SIMANJUNTAK….bener nggak nih pariban-pariban dunia maya? heheheh…
dari beberapa pariban simanjuntak…
ternyata mereka kebanyakan tukang ngerumpi sama saya…hehehe…wajarlah…namanya juga mar-pariban…
yg paling enak…kata salah seorang pariban saya di medan (senyumlah diri mu, iban> bahwa saya boleh ambil ‘duit’ dalam dompetnya…dengan kata lain sanking dekatnya-lah simanjuntak kepada paribannya br sihotang…

tapi dari sekian banyak simanjuntak yg saya kenal…maaf sebelumnya tu hamu sude pariban hu…
kok marga simanjuntak <yg PARIBAN ku yaaa…?? ups!!??> pada keras & jugul ‘baut’ yaaa? alias luar biasa kerasnya baik dalam kata2/bicara langsung…dalam bahasa dunia maya…dalam chatting…dan mungkin dalam semua dunia kali yaaa…??
upsss…pariban2 simanjuntak…jangan pada marah & ambek…karena emang kenyataannya kalian semua pada ‘jugul’…

itu semua bisa saya tuliskan karena saya sendiri<pribadi> mengalaminya…so ada apa & kenapa yaaaa para pariban hu ‘simanjuntak’ pada jugul…??

kepada seluruh member milis…mungkin ito/eda punya pendapat yg sama?

atau…

para pariban hu punya tanggapan kenapa bisa terjadi demikian?

salam hangat untuk semua,

peace & love
~ds

http://simanjuntak.or.id/2008/05/31/pola-unik-hubungan-simanjuntak-sihotang/

Pola Unik Hubungan Simanjuntak – Sihotang

Simanjuntak, sebagai sub-etnik Batak, punya keunikan yang salah satunya terletak pada penamaan komunitasnya. Pengakuan bersama terhadap identifikasi diri sebagai Simanjuntak Sitolu Sada Ina, yang terdiri dari MARDAUP, SITOMBUK dan HUTABULU, tentu bukan tanpa alasan.

Pemaknan dan kecintaan terhadap seorang INA (IBU), bagi Simanjuntak yang juga dikenal dengan sebutan PAR HORBO PUDI, menjadi perekat antara Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu, yang melanggengkan kekerabatan dalam ikatan semarga dengan berbagai konsekuensinya.

Begitu pentingnya makna dan ikatan emosional antara anak (keturunan) dengan SOBOSIHON br. SIHOTANG, sang IBU Sejarahnya, hingga membuat tugu peringatan bagi Sang Ibu dengan ketiga anak-anaknya (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) yang terletak di Hutabulu Balige.

Jika dibandingkan dengan kebiasaan marga-marga lain dalam pembuatan tugu, yang lebih menonjolkan SANG AYAH, sebagai penganut patri lineal, Simanjuntak Sitolu Sada Ina, berani menunjukkan perbedaan.

Selain dalam hal pembuatan tugu yang menghadirkan sosok Ibunya yang berasal dari hula-hula marga Sihotang, sebagai figur sentral, Simanjuntak Sitolu Sada Ina juga memelihara dengan sangat kuat pola hubungannya dengan MARGA SIHOTANG, hingga menyebutnya sebagai Bona ni Ari (Pangkal/awal dari Hari) atau Mata ni Ari Binsar (Matahari Terbit).

Hampir merata diketahui ketika Keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, bertemu dengan Marga Sihotang, tanpa komando akan menyapa dengan kata “TULANG”, dan sebaliknya Marga Sihotang akan menyapa “AMANG BORU atau NAMBORU”. Jika, bertemu dengan Boru Sihotang, maka Simanjuntak Sitolu Sada Ina (Laki-laki) akan menyebutnya sebagai “PARIBAN”, sedangkan yang perempuan akan memanggil “EDA, INANG, atau OPPUNG”.

Berdasarkan pola hubungan antara Keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) dengan Marga Sihotang yang tergolong unik ini, maka hal yang paling dihindari adalah terjadinya Perkawinan antara Boru Simanjuntak dengan Marga Sihotang. Dan, sebaliknya mendorong/mempermudah proses adat perkawinan antara Marga Simanjuntak (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) dengan Boru Sihotang. Hal ini diyakini sebagai upaya “mengulangi success story” yang pernah ditorehkan SOBOSIHON BORU SIHOTANG, merawat, membesarkan dan mendoakan ketiga anaknya semasa hidupnya kira-kira 400 tahun yang lalu.

Menurut anda, apakah pola hubungan seperti ini masih relevan dan dapat dipertahankan di masa mendatang???