Sumber: Mailing List Batak Gaul-Yahoogroups

Kutipan email: Saleh W SIREGAR

Oleh: Fadmin Prihatin Malau

Bagi yang sudah biasa mengunjungi daerah-daerah wisata di nusantara dan mancanegara ketika berkunjung ke Barus Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pasti berdecak kagum.

Luar biasa!

Begitu yang terucap dan tersimpan di dalam benak. Perasaan itu ada pada beberapa orang rekan-rekan penulis yang datang dari Jakarta beberapa waktu lalu berwisata religius ke kota tua Barus.

Tidak mereka bayangkan sebelumnya, ternyata ketika sampai di Barus bukan saja wisata religius yang ada tetapi semua wisata ada. Wisata Sejarah, Wisata Bahari (laut dan pantai), Wisata Kuliner, Wisata Gunung, sungai yang menantang. Semuanya ada, ibarat hotel berbintang lima, fasilitas lengkap tetapi sarana yang belum ada. Fasilitas atau potensi wisata sangat lengkap tetapi tidak terdukung dengan sarana yang ada.

Tidak mudah mencapai Kota Tua Barus dari Medan, Ibukota Propinsi Sumatera Utara. Bila naik pesawat terbang sangat terbatas dari Medan ke Sibolga Kabupaten Tapanuli Tengah. Bila naik mobil dari Medan ke Sibolga hampir sepuluh jam perjalanan. Belum lagi dari Sibolga ke Barus sejauh 65 kilometer ditempuh dalam waktu tiga jam perjalanan. Bukan karena macet lalu lintas tetapi karena kondisi jalan yang rusak parah.

Sejak zaman orde baru sampai kini tetap rusak. Belum pernah dalam sejarahnya dari Sibolga ke Barus berjarak 65 kilometer itu dapat ditempuh dalam satu jam lebih sedikit. Bayangkan 65 kilometer, kenderaan dengan kecepatan 60 kilometer per jam, pasti dalam satu jam sudah sampai. Bagaimana lama dan membosankannya apa bila jarak 65 kilometer harus ditempuh dalam waktu 3 jam.

Mengingat jalan ke Barus saja sudah membosankan, bagaimana ada niat mau berkunjung ke kota tua yang penuh sejarah itu. Bagi masyarakat perantau Kota Tua Barus saja sudah mengeluh, betapa susahnya pulang ke Barus, mengingat sarana jalan yang luar biasa itu. Bagaimana pula dengan yang bukan masyarakat Barus (red:wisatawan) mau berkunjung ke Barus.

Pada hal, status jalan ke Barus itu adalah jalan Propinsi Lintas Barat Sumatera. Ada dua jalur jalan propinsi lintas barat ke Barus. Satu jalur dari Medan melalui (via) Sibolga dan dari Sibolga ke Barus. Satu jalur lagi dari Medan melalui (via) Dolok Sanggul (Humbang Hasundutan) ke Barus. Jalur melalui Dolok Sanggul bisa via kota Parapat-Siborong-borong dan melalui Dolok Sanggul via Berastagi-Sidikalang-Tele baru ke Barus.

Jalur via Dolok Sanggul ini juga luar biasa sulitnya yakni dari Dolok Sanggul ke Pakkat dan dari Pakkat ke Barus. Jalan dari Dolok Sanggul ke Pakkat dan ke Barus luar biasa rusak dan “medan” yang harus dilalui cukup terjal. Bila tidak hati-hati, silap sedikit mobil bisa jatuh ke jurang, maut mengintai.

Sarana Ke Lokasi Wisata

Baru cerita menuju Kota Tua Barus saja sudah sulit. Begitu sampai di Barus sudah letih dan melelahkan. Sementara objek wisata cukup banyak, semua objek wisata ada di Barus. Peninggalan sejarah masa lalu Indonesia semua ada di Barus.

Menurut sejarah semua bangsa-bangsa datang ke Indonesia umumnya melalui Barus. Agama Islam dibawa para saudagar Arab masuk ke Indonesia melalui Barus. Agama Kristen masuk ke Tano Batak dibawa missionary dari Jerman Dr. IL. Nommensen dari Barus. Bangsa Tamil masuk ke Indonesia juga lewat Barus yakni tahun 1088 dan ada Perkumpulan Dagang Tamil (Indi) di Barus. Bangsa India, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan lainnya juga masuk lewat Barus.

Dari dahulu Barus sudah terkenal ke mancanegara dan Barus yang terletak di Tepi Pantai Barat Pulau Sumatera (Andalas) memiliki alam yang indah. Sesungguhnya Barus memiliki itu dan berbagai destinasi wisata ada. Pantai yang indah dengan deburan ombak yang ganas. Gunung yang indah dengan berbagai jenis flora dan fauna. Budaya, adat istiadat yang berkembang di Kota Tua Barus, hasil alam yang spesifik potensi wisata kuliner yang menjanjikan.

Luar biasa bila semua itu dapat dinikmati dengan tenang dan nyaman. Masalahnya, tidak semua potensi itu dapat dinikmati tenang dan nyaman disebabkan sarana untuk itu yang belum mendukung. Wisata religius misalnya, tidak hanya satu lokasi, tetapi ada sebelas lokasi dengan 44 aulia. Luar biasa! Jelas tidak hanya dapat dijalanani selama sehari.

Wisata pantai misalnya, tidak hanya satu lokasi, sedikitnya ada sepuluh lokasi di kota Barus. Luar biasa banyaknya dan untuk mengunjunginya sudah pasti tidak cukup hanya sehari (Berwisata Bahari Tidak Cukup Sehari-red). Begitu juga dengan wisata kuliner dengan beragam citra rasa masakan dengan lokasi yang berbeda-beda.

Dari semua ragam dan lokasi wisata yang ada di Barus, untuk sarana dan prasarana ke lokasi dan di lokasi wisata masih sangat memprihatinkan. Mulai dari sarana transportasi, akomodasi dan sarana pendukung lainnya. Masih sangat memprihatinkan. Sarana transportasi misalnya, tidak semua lokasi wisata ada transportasi angkutan umum. Hanya beberapa lokasi wisata saja yang sudah ada sarana transportasi umum, selebihnya belum ada. Begitu juga dengan akomodasi di lokasi wisata termasuk di Barus baru ada hotel kelas melati dan losmen.

Bila saja sarana dan prasarana mendukung maka potensi wisata di Barus sangat luar biasa. Alasannya, satu objek wisata, misalnya wisata religius tidak hanya satu lokasi dan otomatis tidak cukup hanya sehari untuk mendatanginya. Wisata pantai, tidak hanya satu lokasi tetapi banyak lokasi, sudah pasti tidak cukup hanya sehari dan begitu dengan lokasi wisata lainnya.

Sarana dan prasarana wisata di Barus mutlak ada, minimal standar. Namun, kenyataan yang ada sekarang jangankan standar, di bawah standar juga belum ada sehingga aset nasional berupa peninggalan sejarah, objek wisata yang potensial tidak dapat berkembang. Pemkab Tapanuli Tengah seharusnya lebih peduli, sebab Barus memiliki khas tersendiri yang tidak dimiliki daerah kunjungan wisata lainnya di Indonesia.

Comments
  1. bagaknai, andigan do au boi tusi.

  2. Fadmin Prihatin Malau says:

    Terima kasih bang Saleh Siregar telah mengutip tulisan saya, tetapi mohon disebutkan sumbernya yakni dari mana abang mengutip tulisan saya itu, sesuai dengan UU Pers agar jangan menyalahi aturan yang ada

    Salam,

  3. [...] Kota Barus, Potensi Wisata Tak Terdukung Sarana « MILIST BATAK … [...]

  4. Rajikun says:

    Sungguh amat sangat di sayangkan, betapa tidak, dengan melihat negara kita yang melimpah ruah dengan kekayaan alamnya seperti, gas, minyak, batu bara dan prtambangan-pertambangan lainnya yang jelas menghasilkan devisa Negara yang begitu besar, tapi entah kenaapa pembangunan belum juga merata seperti jalan, tempat-tempat wisata, sejarah,dan banyak lagi yang lainnya yang bisa menghasilka pendapatan daerah dan tentunya negara. Entah sampai kapan, Entah besok atau tunggu sampai sudah jadi borok. Siapa yang harus di salahkan? Hanya janji-janji kosong orang-orang yang rakus yang menganggap dirinya layak/pantas untuk mensejahtrakan rakyatnya. Sabar, sabarlh negriku, jangan kau tangisi, mudah mudahan suatu saat ada sang hiang yang berani menumpas kebohongan dan kemunafikan yang telah menjadi virus di negri ini sehingga kau kan bisa tersenyum untuk selamanya. Amin…

  5. yuliati sipahutar says:

    Bagi yang tau, tolong diinfokan, lokasi apa saja yang bisa dikunjungi atau dilewati bila kita melintasi Barus. sehingga bagi yang mau bepergian, tidak terlalu bingung kemana dan apa saja yang akan dilewati atau dilihat. Semua ini karena kurang informasi. Tks

  6. Tulus Hutagalung Ds says:

    To; Yuliati Sipahutar….Bila berkeinginan mengunjungi Kota Barus ada dua arah menuju ke Barus ( Klu kita dari Kota Medan melalui Kabanjahe – Sidikalang – Humbahas(Dolok Sanggul) – Pakkat – Barus – Sibolga) atau Medan – Sibolga – Barus.
    Memang masih banyak yang begitu ASRI di BARUS yg dulunya satu kecamatan yaitu Kecamatan Barus, setelah pemekaran menjadi 4 Kecamatan baru : Kec. Barus, Kec. Sosorgadong, Kec. Andam Dewi, Kec. Manduamas
    Mudah-mudahan dengan informasi ini dapat membantu anda untuk berkunjung ke Kota Tua.

  7. charles says:

    lobuhole tarutumg

  8. adi says:

    buat anak2 barus salam kenal ya, mulai dari A ampe Z terutama seseorag yg ada di sirandurung

  9. Orang barus ya..saya juga…dari Muarabolak…senang bisa kenal anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s