http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/80664

pandanganOleh: Nagabonar SIANIPAR

Kutipan dari email: Flemming PANGGABEAN

Butuh 100 juta untuk melamar Boru Batak di Ibukota Jakarta (minimal!!!)

Sebuah percakapan dengan seorang teman saya membuat saya terkejut ketika keinginannya untuk melamar seorang Boru Batak terpaksa pupus. Mau bilang apa coba, ketika pihak keluarga menetapkan sinamot senilai Rp 50 jt. Keluarga dari pihak perempuan merupakan Keluarga Batak yang sudah lama berdomisili di Jakarta dan Bapaknya sudah memiliki posisi strategis di sebuah perusahaan atau suatu asosiasi profesi.

Money2Meksi sudah lama tinggal di Kota Jakarta akan tetapi masih saja memegang teguh sistem sinamot dan paradat pulak lagi. Inilah yang membuat para Pria Batak terkadang stress dengan tuntutan tersebut. Belum lagi jika musti mengadakan pesta adat Batak yang paling tidak biaya yang dibutuhkan Rp 40 juta (sesuai jasa yang ditawarkan salah seorang yang pernah posting di milis ini juga). Sedangkan Rp 10 juta biaya lain-lain.
Jadi Total Cost= 50 juta + 40 juta + 10 juta = 100 juta.

Jadi bagaimana dong dengan keinginan saya mencari pasangan hidup Boru Batak di Ibu Kota Jakarta ini?
Hmm, lupakan saja. Cari saja alternatif lain.

1. Jika masih tetap kekeuh mencari pasangan hidup Boru Batak, maka cari tau dulu apakah keluarga si perempuan orang Jakarta atau orang daerah.
Kalo orang daerah mudah-mudahan sinamot + pesta adat masih terjangkau.
Ya..sekitar Rp 30-50 juta lah. Tapi jika kau mendapat Boru Batak yang Bapaknya sudah lama merantau di Jakarta, maka lupakan niat mu melamar borunya jika kau hanya seorang pekerja kantoran yang bergaji Rp 2-5 juta/ bln.

2. Cari Perempuan yang akan menjadi pasangan hidup mu yang bukan Boru Batak yang orang tuanya tidak bakal meminta sinamot.
Akan tetapi perlu diingat yaitu harus satu iman dengan kepercayaan yang kau miliki. Karena susah itu kawan kalau beda iman dengan mu. Di Indonesia ada hampir 300an Suku Bangsa. Kau tinggal cari saja yang mana yang paling sesuai dengan yang kau ingini kawan.

Money143. Pergi ke luar negeri kau kawan. Kau lanjut kuliah mu sampai minimal S2.
Ada banyak tawaran beasiswa S2 keluar negeri. Tinggal perdalam aja kemampuan Bahasa Inggrismu dulu kawan. Orang Batak kan pintar-pintar. .so cincai lah..
Nah, sambil belajar di luar negeri, kau carilah ‘hallet’ disana, lalu kau ajak married. Jadinya keturunannya blasteran gitu deh. Kayak Nadia Hutagalung (Batak-Australia). Nanti, kau didik anakmu untuk jadi publik figur supaya terangkat citra Orang Batak karena dalam darah anak mu mengalir darah Batak. Tapi ingat, jangan kau lupa mengajarkan mereka Budaya Batak.

Jadi bagaimana dengan Boru Batak Jakarta?
Wah, coba diskusi dengan orang tua mu lah. Kalau memang kau cinta ama pasangan mu, cobalah turunin besar nilai sinamotnya. Kalau memang harga diri dan martabat keluargamu diukur dari uang, apa boleh dikata, akhiri saja dengan indah dan baik-baik.

Sianipar Toba

Comments
  1. [...] MILIST BATAK GAUL & BG-CHAT at yahoogroups dot com Sanksi Cerai Secara Adat BatakTuris Eropa Tak Batalkan KedatanganBeruang Dilaporkan Masuk KampungRungkung, Ulu, dan MongkusButuh 100 Juta Untuk Melamar Boru Batak di Ibukota Jakarta [...]

  2. hasting says:

    lucu kali..artikel tentang butuh 100 juta untuk melamar boru batak.
    saya sendiri akan ternga-nga membaca artikel ini, karna saya belum punya pacar nih… karna artikel ini,, jadi kurang semangat untuk mengambil boru batak yang udah lahir di jakarta,,, semoga aja gak betul semua tentang orang tua boru batak yang di jakarta yang di katakan di artikel ini.. karena, kalo betul.. wah… mau di kemanain tuh,, borunya.. ha..ha..ha..ha..aha.

  3. [...] Masa Dulu, Sekarang da…Seputar SINAMOT … on Sanksi Cerai Secara Adat …Butuh 100 Juta Untuk… on ASAL USUL MARGA-MARGA SI RAJA…SELAMAT MENJALANKAN … on MODERATORSELAMAT Hari Raya [...]

  4. siregar says:

    berat kali jd pria batak yg pengen nikahin boru batak yg sudah besar dijakarta…,setelah baca artikel ini sudah semakin pupus harapan bwat marboru batak yg besar dijakarta ini…klu msh pacaran sih ok2 aja..tp bwat nikahnya yg berat kelihatan…tp strategi yg dimuat diartikel boleh dan masuk akal jg..,hehehehehehe..toh qt ga akan masuk neraka atau berdosa klu ga nikahin boru batak. Smua itu kan aturan yg dibuat manusia…Jd yg penting qt berpatokan dr ajaran Tuhan…GBU all

  5. adam says:

    no make sense..
    ga nyampe bro 100juta…karena pihak laki2 tdk menanggung seluruh total biaya…..yang bener itu cuma setengahnya lebih sedikit…sebesar 60 juta…karena biar gimana pihak keluarga wanita ..juga akan menanggung biaya setengah dari …biaya totalnya tsb….pengalaman dari abang kandung saya yang menikah setahun lalu….kalau sudah ada niat baik untuk menikah…Tuhan pasti membuka jalan…karena Pernikahan manusia itu bagian dari Rencana-Nya…Maju terus…kita pasti bisa…GBU lae..

  6. mr.sectiocadaveris says:

    wah…heran ya,,,kenapa mesti pakai sinamot yah? saya sendiri sebagai orang batak setuju kalau sinamot dihapuskan…cinta dan kasih sayang anak manusia jangan diperjualbelikan

  7. Kayra says:

    wakakak.. itu emang fakta!
    Makanya baiknya sih ketika lagi pacaran, udah “bisik-bisik” antara boru dan ortunya juga antara laki dan ortunya. Jadi tau keinginannya apa dan didiskusikan. Karena banyak jg yg udah lamaran, jadi batal kawin.

    Saranku hitung2 deh..

    Pesta di Jkt anggap aja 400 undangan adat dan 100 undangan nasional:
    biaya sewa gdg batak 20 juta (cari gedung khusus batak biar murah! Pelaminan, kursi dan meja sudah ada di gedung tsb. kalao ga, nanti sewa!)
    makanan krn undangan 400 kali 2 (30,000x 800) 24 jt,
    makanan nasional asumsi 100 undangan (berati 200 orang x 25,000) 5 jt
    undangan (400 + 200) 600x 2,500 = 1.5 jt
    dekorasi (anggap aja di gedung yg ada pelaminannya) 2.5 jt
    fotografer 4 jt
    Musik 4 jt
    Amplop (asumsi) 6 jt
    Pakaian, cincin dll 8 jt

    Total 75 jt. (bagi dua utk kel cewek dan cowok.. minimal mesti siapin min 35 jt per keluarga utk pesta aja).

    Di jkt, sinamot macam2 ada yg 10 jt bahkan ada yg 100 jt. Menurutku sih wajarnya 35-40 jt (berdasarkan hitung2an di atas, jadi biaya pernikahan itu ditanggung bersama)

    Terkadang ada juga yg disebutkan 100 jt tapi di belakang hanya kasih 10 jt. Sebenarnya sih pintar2 dan bijaksananya keluarga itu aja. Ada jg cowok yg minjem keluarga cewek (jika kel cowok ga mampu), nanti dicicil 1 th atau beberapa th. Pokoknya banyak deh pengalaman2 orang2. hahahaa..

    Itu sekedar contoh, biaya yg minimal bgt di jakarta.. Jika mau perfect, pasti lebih mahal. Alias ada rupa, ada harga bo! Contoh: bisa aja kawin di corpatarin tapi keinginan keluarga di mulia raja.. wah, hitungannya beda. hahaha

  8. liza pasaribu says:

    waduh segitunya,,,klo boru batak dijakarta segitu,,,cari yg di yogya aja,,,maslh sinamot itu hanya salah satu syarat dr adat,,kalu jumlah bisa dimusyawarahkan,,,apalg sm2 saling menccintai dan menyayangi,,sinamot besar atau kecil tetap saja sinamot,,,
    kalau dikeluargaku tdk ada maslh tentang sinamot,,yg penting dos ni roha dan kedepannya setelh menikah. Moris bngt baca cerita diatas,,apadahl org tuany sudah b’pendidikan,,tp pandangn tentang sinamot demikian,,secara tdk langsng kan boruny hanya diharagai sekian,,,padahl ank kan hanya titipan Tuhan yg tidk ternilai harganya,,,jd sinamot hanya sbg syarat untuk melngsungkan adat pernikahan. Jd buat cow2 batak jngn patah semangat,bnyk kog kelurg perempuan batak yg tidak mematok sinamot,,,walaupn ankny cantik n b’pendidikan,,yg penting dos ni roha,sahata,sapamikiran(bener g) kebetulan nih dah disuru nikah tp blm ad calon org batak,,,slm ini g pernah pacrn sm org batak,tp kk udh nikah sm org batak marga sitanggang ,org tua pngn sy dapt org batak jg,,,sp yg daftar,,,klo udh cocok kt nikah,,hehehe,,,,haras n GB us

  9. malau says:

    Ikutan ach….
    Memang sih kalo hitung-2an ga ada habisnya karena ada pepatah batak mengatakan (kalo nggak salah sich) adat na gelleng dohot na balga dos doi. Artinya kalo mau yg gede ok lah, kalo yg kecil ok jg. Cuma memang ada beberapa ortu yg menginginkan anaknya pesta besar (adat na balga). Karena kalo pas ngumpul/mararisan yg diomongin pestanya si anu begini/begono. Tp menurut saya juga semua bisa disiasati dgn cara : Ancam aja anak gadisnya nggak jd kawin karena sinamot? Pasti mikir tuchhh ORTU.

  10. pinboo says:

    kasihan deh gua cowok batak, he he he heeeeeeeeeeeeeeeee

  11. den says:

    udahlah….
    lupakan sinamot; nikah digereja…..
    adat itu merupakan proses pencarian TUHAN (dulu belum mengenal Tuhan)sekarang udah kenal dengan TUHAN, ya udah kawin gereja aja; daftarkan catatan sipil. beres
    NIKAH itu yang penting adalah takut akan TUHAN…. cukup.

    fuck sinamot …….
    (maaf agak kasar, karena sinamot membuat keangkuhan, merusak rencana tuhan yang akan mempersatukan dua insan; dan cendrung membikin orang berbuat dosa/ zina : terkendala menikah)

  12. Van_Galung says:

    Sory Bro Den Said
    Itulah Identitas Orang Batak…
    Jgn Pernah melupakan identitas diri…
    Jgn mencampur-adukkan Adat dengan Ajaran Agama…

    dan Perlu diketahui, Sinamot (Mahar) bukan cuma di Orang Batak saja, tetapi di berbagai Suku lainnya juga ada, hanya saja dengan berbeda istilah (misalnya, Mahar dsb).

    dan Sinamot, bisa juga diartikan sebagai bentuk tanggungjawab si laki2 terhadap pihak perempuan.

    Salam Bro…

  13. Edward.s says:

    Pada intinya sinamot hanyalah syarat turun temurun yang di wariskan oleh opungta najolo bagi orang batak yang berminat untuk menikah terhadap sesama orang batak. Sungguh tidak beralasan kalau seandainya ada pernikahan yang gagal di langsungkan hanya karena ketidak sepakatan mengenai jumlah sinamot (sungguh terlaluuuuuu)
    Tapi dengan asumsi laki n perempuan yang berencana beber2 saling mencintaiiii tanpa ada unsur pakasaan maupun suap menyuap.
    Ate dang i inna hamu…boha dsi…mantap do…
    Atur ma dsi kawan….

  14. lia says:

    temanku ada yg gagal nikah karena sinamot tidak sesuai, kadang tidak habis pikir dengan pandangan ortu yg ngotot meminta sinamot dengan jumlah yg besar, tetapi tidak berfikir apakah kedepannya sianak dan boru itu dapat hidup kecukupan klo duit yg di tabung selama ini semuanya untuk sinamot, lalu setelah nikah mereka mkn apa ???
    apakah untuk mkn aja harus ngutang ???
    buat apa sinamot besar klo kita sengsara, pantes kbnyakan orang batak saat nikah umurnya dah pada tua, kecuali jika ortunya punya pkrjaan hebat, baru anaknya bs nikah sesuai dengan umur semestinya.kan bukan si anak yg cari duit sampai 100jt… bener ga ???????

  15. batahan says:

    sekarang menurut saya lebih kepada keyakinan dan perasaan. saya pikir semua orang tua pengen yang terbaik untuk anak. yang menjadi dilema adalah, kebanyakan kita orang batak berpikir harkat dan martabat sebuah keluarga dapat di lihat dari besar nya tuhor ni boru. jadi, kalau kita memang sudah punya keyakinan yang teguh untk menjalani hidup dengan boru batak, lanjutkan saja. toh setiap orang tua juga pasti punya perasaan terhadap anak nya, karena yang menjalani nya juga pasti si anak. bravo para panglatu.

  16. denny h siregar says:

    gak ada patokan nilai sinamot.Bila kedua belah fihak sudah merestui hubungan anak2nya,Tuhan akan membuka jalan bwat mereka calon pengantin.Yang penting kedua belah pihak sudah sudah saling menerima dan “bernegoisasi”dengan sempurna.Banyak pemuda/i batak yg kawin acara adatnya bukan melulu di gedong,bisa aja di aula gereja ataupun Non Gedong lainnya.So….Jangan takut wahai muda/i batak….Segeralah menikah….Biar ORTU mu cepat nimang cucu/pahoppu….KEBANGGAAN SELURUH ORTU BATAK…Kujamin tuh……….Lanjutkan.

  17. ditha says:

    banyak yg nggak ngerti sinamot itu dipakai untuk apa aja. sebetulnya sinamot itu dipakai pihak perempuan untuk biaya pesta antara lain : catering/makanan, sewa gedung, beli ulos untuk diberikan kepada pihak2 yang akan hadir di pesta nantinya. jika ada sisanya dipakai untuk membeli pakaian/kain kluarga pengantin, penerima tamu dll. please jangan terlalu buruk sangka kepada wanita batak dan kluarganya. kalau tidak mau memberikan sinamot, ada cara lain : TARUHON JUAL. nah itu pihak laki-laki yang menyediakan segala sesuatunya, dari sewa gedung, makanan/catering , dll.
    semoga ini menjadi pencerahan buat para pria batak untuk tidak terlalu takut dan berpikir positif ya ito :)

  18. @den:..jgn sampai pke kt.2..itu mbuktikan anda krg paham ttg adat batak…

  19. [...] ‘Kalimat terakhir ku untuk mu, TAON!’ [...]

  20. eta sialagan says:

    Mau sinamot …….. mau taruhon jual ……… atau apapun namanya ……….na denggan ni ma baen asa gabe jala horas fu jolo ni arion. Dang songoni hamu natua2………………???????????????

  21. Lamhot Abdi Simanjuntak says:

    ooo….botak (boru batak)…wkwkwk…

    solusina boan ma tu huta,,ulaon di alaman ma baen,,,
    elek ma amatta i..

    haha…

  22. Lamhot Abdi Simanjuntak says:

    Saran…

    jangan pola pikir seperti ini membuat adat kita dinilai dengan uang.
    karena kalo demikian akan terjadi diskriminasi bagi kaum batak menengah kebawah walau memiliki cinta yang besar bagi kekasihnya boru batak.

    kalo kita yang masih muda tau berpikir demikian, hendakla kita memikirkannya sehingga tidak meneruskan sistem yg demikian untuk masa yg akan datang.
    sehingga tidak kelihatan sombong.
    karena kekayaan bagi kita orang batak bukan uang, teta[i dalihan natolu…

    HOras…

  23. Setia Hutabarat says:

    Udah gak usah repot2,,
    Ambil za boru jawa yg satu iman
    Udah cantik2 sopan lgi

  24. Diksi says:

    bokap ane dapet nyokap yang notabene bukan batak aseli (meskipun kakung sudah diadatkan menjadi orang batak ) enak banget bokap gw, adat batak tetap jalan dengan acara kecil2an saja. yang besar besaran adat jawanya, dimana kalo di jawa, yang mengeluarkan duit banyakkan ceweknya. mbah kakung udah ngerti sinamot, tapi itu cuma jadi marhata saja, karena duitnya ujung2nya ditolak juga sama si mbah kakung. enak banget bokap gw…

    nahh…gw boru batak yang lahir di jawa, besar di banten, merantau ke jakarta, gak harus besar kok sinamotnya. kalo lo cowok batak yang tidak pengecut dan pejuang keras, mau boru batak anak dokter ataupun anak jenderal bisa didapatkan, intinya jgn menyerah, dan jujur ajah. gituhhh…
    setau gw cowok batak khan berani berani dan nekat yahhhh….disitulah titik gimana cara dapetiin hati bapaknya…

    jadi kalo lo cinta sama boru batak yang tinggal di Jakarta, go for it lah. Lo tau gak kenapa adat pernikahan batak ribet?
    karena melibatkan bukan 2 keluarga sajah, tapi banyak keluarga besarrrrr…
    hal ini menunjukkan, bahwa untuk nikahin ‘BORU NI RAJA’ butuh perjuangan, gak bisa asal…
    leluhur juga menunjukkan bahwa menikah itu bukan sesuatu yang main main. ketika orang batak sudah menikah, maka itu adalah perjanjian selamanya. mau apapun yang terjadi. sedikit orang batak yang cerai, mengingat cara nikahinnnya ajah udah susah dan ribet…

    so pesen gw, gak usah jadi pengecut gituh lahhh kalo mao nikahin boru ni raja sian jakarta. selalu ada jalan menuju sesuatu, yang penting doa dan niat.

    salam.

  25. rossyku says:

    Nggaklah sampai segitunya, jangan dibesar-besarkan. Mungkin ada yang mokus, ya semua suku juga ada yang gitu.

    saya sudah menikah lebih kurang 20 tahun, dulu kami waktu mau menikah, kompromi dulu kami bedua (kami berdua sudah kerja waktu menikah), punya duit berapa, terus disampaikan ke orang tua, kira-kira berapa undangan, biaya berapa, kekurangan (gak banyak) ditutupi orang tua. Semua aman-aman aja, semua happy, yang penting ikhlas. Kedua pihak keluarga harus bisa menahan diri, banyaknya undangan/gedung/ulos dll harus disesuaikan dengan uang yang tersedia. Jangan pihak laki-laki karena sudah merasa kasi sinamot, terus patok undangannya 500 kk, ulos 30 ya kalau cukup duitnya. Intinya keterbukaan, ikhlas.

    Keponakan2 juga banyak yang seperti itu, sinamot 30 juta (adakalanya harga diri orang tua perempuan, supaya didengar umum arga borunya), laki-lakinya hanya punya 20 juta kekurangannya dipenuhi perempuan(antara orang itu berdua calon pengantin) , karena keduanya sudah saling mengasihi, gak masalah. Aman2 aja sampai sudah besar anaknya. itu tadi, keterbukaan, dan saling pengertian.

    Adat perlu, tapi jangan mati kelaparan karena adat, ukur kemampuan, kalau duitnya terbatas, bikin adat kecil jangan belagaklah kan. Dana cukup untuk undangan 50 kk, ya bikin segitu pestanya.

    Jangan takut dengan pesta perkawinan adat batak, yang penting tau diri.

  26. borsin says:

    sama persis dg penilaian hasianku. dia bilang hrus siapkn 100juta utk melamarku. pdahal sma skali aku ga pernah meminta sampe segitu, krna aku dri jambi. mgkin krena dia dri jkrta. hmmm..

  27. fanny_hutagaol says:

    Heee,iya susah juga ya kalo ortu kita msh memegang teguh paradat batak itu..
    Tapi mmg seperti itulah nyatanya kok,,cuma agak sedikit bertanya2 juga sih,kok bisa sampe 100jt gitu biaya utk married dgn boru batak.

    setauku msh ada kok yang biaya pernikahan’y sekitar 35-50jt.. hehee..
    Aku sendiri sih mmg blm menikah dan kebetulan aku boru batak,untung saja ortuku gak seperti cerita yg diatas itu yah.. :D :) bersyukurlah..

  28. Simanungkalit says:

    Salam,
    adat batak memang sedikit ribet dan mahal, tapi ada banyak makna positif yang dapat di ambil dari sana.

    untuk brother den, kayak na kita ngga bisa campur adukkan soal agama dan adat……

    Proud to be batak…..

    Salam

    Jesus Love Us

  29. Kristina says:

    ini mah namanya cowo ga punya usaha , liat aja dulu orang cina , mereka lebih bersemangat dr pada orang batak jaman sekarang.

  30. Ardi says:

    kayaknya sah sah saja toh kalo diminta ama ortu si cewe sinamotnya besar toh itu juga jadi ukuran keseriusan dari keluarga si cowo untuk meminang anaknya. Sekalipun sinamot itu untuk keluarga si cewe, tapi ujung ujungnya juga dikasih ke si cewe (kallo ada lebih) buat di maintain dan kebutuhan awal rumah tangga. kan kaga bisa nikah hanya modal cinta, mang cinta bisa dimakan hehe

  31. Sam Sitindaon says:

    yah, menurut saya sih jalanin saja, klo memg mrasa “dia” lah jodohmu dan memg patut diperjuangkan, maka jauh2 hari siapkanlah dengan baik, tapi mnurut saya juga biasanya klo boru batak yg lahir dan udah lama menetap di jkt sudah tdk mengerti lagi adat istiadat batak, boro2 bisa bhsa batak, shg usaha utk menurunkan tradisi mau gk mau usahanya hrus lebih kras lagi,dismpg ngajari anak harus ngajari istri lagi…
    tapi itulah setiap boru btak baik di desa maupun di kota ada klebihan dan kekurangan masing2, di jkt mungkin pola pemikirannya sdikit lebih baik ktmbg di daerah..

  32. Oh Naposobulung says:

    Sependapat dengan Admin……
    Saya terkadang sedih melihat banyak pria dan perempuan batak yg melajang / atau telat kawin gara2 mahalnya pernikahan batak.
    Kalau dijakarta biaya nikah batak dibawah 50 jt termasuk sinamot ,cukup sulit…..
    Sementara mencari uang 50 juta bagi karyawan yg hidupnya pas-pasan bukanlah perkara yang mudah…..

    Harusnya ada upaya reformasi atau penyederhanaan adat batak terutama sekali masalah adat perkawinan.
    Sebaiknya setelah pemberkatan di gereja,cukup keluaraga paranak dan parboru mengadakan acara sebentar,mungkin 1 jam….kemudian dilanjutkan acara resepsi nasional…..bukankah kerabat mempelai jg banyak yg non batak yang diundang ?????
    Kapan Pesta/Hiburannya dalam adat batak ?????
    Harusnya bahagia yg dirasakan kedua keluarga bukannnya stress akibat adat…..wkkkkkk

    Bukanlah suatu kebanggaan jika tolok ukur adat batak diukur dengan besarnya uang yg dikeluarkan.
    Banyak suku di indonesia yg adatnya lebih ribet dari adat batak…tapi mereka tidak memaksakan adat kepada rakyatnya apalagi membedakan antara pernikahan beradat dan tidak beradat.Umumnya adat itu berlaku pada raja2 jaman dahulu.
    Kalau raja sih wajar….semua ada pada dirinya.Uang,kekuasaan,dll.

    Acara apapun yg dilaksanakan pasti bisa…..Tp kami kan rakyat jelata…serta terkadang hidup di perantauan…..permasalahan pun lebih kompleks…

  33. Baja says:

    Banyak Orang Batak sangat bangga dengan adat batak.
    Sebagai orang batak yg lahir dan besar diperantauan saya melihat nggak ada yg istimewa dalam adat batak.
    Biasa aja.Dimana sih hebatnya….???????
    OK …kita bahas adat perkawinan batak…..
    Marhusip,martupol,marhata sinamot,dan martonggo raja terdapat juga dalam adat suku lain,bahkan adat nasional
    Hanya istilahnya saja yang berbeda.

    Marhusip……… contohnya kita berpacaran so pasti jika ingin menikah baik pria atau wanita pasti memberi tahu kerabatnya ( Orang tua /paman/bude/pakde bahkan sahabat karib )
    Atau bolehlah disebut prosesi LAMARAN dalam istilah jawa atau nasional.

    Martupol…istilah kerenya TUNANGAN….banyak suku mengenal istilah ini.Martupol biasanya dilakukan di gereja tradisional batak .seperti HKBP.Beberapa gereja non HKBP tidak memasukkan acara Martupol/Tunangan ini dalam acara gereja.
    Sementara dibanyak suku di Indonesia bahkan adat nasional…martupol atau tunangan biasanya dilakukan dirumah saja.Lebih praktis dan efisien dan sederhana saja.
    Jika yang menikah orang batak dan anggota jemaat HKBP umumnya Martupol ini sudah melibatkan banyak orang serta pihak gereja, otomatis mulai terasa pengeluaran biaya…

    Marhata sinamot……Istilah indonesinya adalah membicarakan MAS KAWIN.Dalam adat nasional mas kawin dapat berupa benda seperti seperangkat alat sholat,mas,dll.
    Tapi dalam adat batak mas kawin cenderung mengarah pada TUHOR NI BORU
    ( Biaya pembelian mempelai perempuan )Disinilah mulai Ribetnya dan mahalnya adat batak.
    Dalam adat nasional….yang punya ulaon/hajatan adalah tuan rumah ( Orang Tua Mempelai ),tapi dalam adat batak tuan rumah dalam penentuan mas kawin/tuhor ni boru banyak sekali.Bisa Dongan Tubu/teman semarga bisa juga Tulang/Paman.Mereka datang dengan egonya masing2 serta membawa gensi sendiri2.Bahkan yang punya hajatan/ulaon terkadang pendapatnya tidak d dengar.
    Dongan tubu/teman semarga serta tulang/paman umumnya bukanlah orang yg akan terlibat membantu dalam pesta/ulaon nanti.Mereka umumnya duduk manis saja serta membrikan ulos serta mandok hata/memberikan kata sambutan.
    Beda dengan adat jawa atau nasional umumnya…Keluarga dari bapak dan ibu kita terlibat langsung membantu baik dari segi biaya maupun tenaga pada saat resepsi.
    Penggunaan Mas Kawin/Tuhor Ni Boru batak sangat berbeda dengan adat jawa dan juga nasional.Uang Pembelian Mempelai Perempuan /Tuhor ni boru akan diatur lagi secara bersama penggunaanya oleh mereka yg terlibat dalam perundingan Sinamot tadi.
    Dalam pernikahan dengan boru jawa yg penulis alami….pihak mertua tidak meminta uang tuhor ni boru tapi yang diminta adalah kita pihak pria menanggung sebagian besar biaya pesta.KALAU YG INI MAH …SEBAGAI LELAKI WAJIB DONG……wkkkkkkkk.
    Pesta gua sederhana secara jawa sumatera ,maklum wong ndeso …wkwkwkkwwk…10 tahun yg lalu biaya lamaran,tunangan ,pembelian cincin kawin 1 suku dan pemberkatan nikah serta resepsi untuk 500 orang habis untuk ukuran sekarang antara 22-25 juta.Dan inipun sebenarnya masih bisa dihemat lg kalau mau.

    Kembali ke Sinamot/Tuhor ni Boru…..Biaya Tuhor Ni Boru/pembelian mempelai perempuan….dari pihak pria….dibagi-bagi sebagiannya untuk komisi….biasanya yg cukup besar adalah KOMISI Paman/Upah tulang.Selebihnya tupak/komisi untuk yang memberi ulos/mengulosi.
    Tuhor ni boru juga digunakan untuk pembelian Sipanganon dan ulos yang akan dibawa oleh pihak perempuan serta rombongannya,baik berupa babi maupun deke ( Ikan )
    Jadi pihak paranak dan parboru sama2 memotong babi.serta membawa sipanganon/makanan.Disinilah sering terlihat mubazir dan sering dagingnya terbuang.Kalau pesta mengundang 500 orang bisa jadi kebutuhan daging babi diatas 4 kwintal bruto….silahkan kali sendiri harganya.Baru daging babi doang ….
    Kalau dibandingkan porsi makanan nasional…makanan nasional jauh lebih murah.
    Berbeda dengan adat nasional,kalau resepsi nasional cukup satu pihak saja yang menyiapkan makanan.

    Ditempat saya tanah perantauan acara Martupol dan Marhata Sinamot dijadikan satu hari.
    Martupol terlebih dahulu setelah itu marhata sinamot di rumah mempelai wanita ( Umumnya ).
    Acara ini sudah masuk kategori setengah pesta.Bila ditambah penetua gereja bisa tembus 100 orang yg hadir.
    Dan Wajib Motong Babi ..biasanya..Karena sudah berjalan adat serta NAMARGOAR.
    Paling TIDAK babi ukuran minimal 60 kg bruto.Anda kalikan sendiri harga masaknya berapa serta 3 ekor ayam,sebab biasanya ada juga PARSUBANG/tidak makan babi…boleh jadi ditambah lappet…karena orang batak suka bertele-tele bicaranya…maka perlu disiapkan kopi dan lappet…wkakakakakakak

    Sebenarnya urutan Martupol dan Marhata Sinamot menurut saya kurang pas.
    Seharusnya Marhata sinamot dahulu baru martupol/tunangan.
    Setelah pihak pria menyanggupi harga mempelai perempuan baru tunangan betul nggak BRO….???
    Kalau Tunangan Dulu baru menentukan tuhor ni boru itu sama artinya menyandera pihak pria…atau sama artinya memaksa pihak pria harus memenuhi harga tuhor ni boru …wkakakakakakakakak

    Dari Uraian saya diatas….Gue Mo Nanya nih kepada orang batak yang sok pede pd adat batak…..
    Apa sih hebatnya adat batak…..Biasa aja tuh……..malah cenderung merendahkan perempuan dan bagi bagi duit,boros lagi.
    Atau segala sesuatunya dibayar pake duit.Tulang dibayar pake duit.Yang mangulosi dikasih duit.
    Pokoknya bagi2 amplob deh….wkakkakakakakkaka
    Sementara si memepelai lelaki nyari duit setengah mampus untuk manuhor boru….wkakakakakak SIAPA PEDULI,EMANG GUE PIKIRIN….wkakakakakakak
    Ini baru adat bataknya saja…gimana kalau kita banyak teman yg non batak serta non Kristen.
    Maka kitapun harus menyiapkan tempat dan makanan khusus mereka.Hitung aja jumlah undangan dan biaya kateringnya.Tapi yg perlu kita waspadai…..banyak juga orang batak yang makan disana.Wkaakkkakakakak
    Kalau parsubang sih nggak masalah……ini yang bukan parsubangpun makan disana…wkakakakkakkakaka
    Ampun dah……..

    Terakhir adalah PAULAK UNE /MANIKIR TANGGA…..
    Istilah jawanya ditempat saya mungkin SEPASARAN……umumnya 1 minggu baru boleh meninggalkan tempat mertua.
    Gua sih cm 3 hari dah kabuuuurrrrrrrr dengan istri gue dr tempat mertua…..
    Kayak nggak ngerti pengantin baru aja….wkakakakakakakka

    Satu Lagi Konsep Batak Yang dianggap Hebat oleh Orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu ( DNT )
    Bagi saya biasa aja tuh konsep…..malahan justru banyak sisi negatifnya.
    Terjadinya pemisahan dalam kekerabatan ,yaitu

    - Hula hula/Mertua/Besan yang cenderung di posisikan sebagai RAJA
    - Dongan Tubu/teman semarga
    - Boru/perempuan semarga kita yang diambil marga lain yang posisinya sebagai PELAYAN

    Sifat GOTONG ROYONG hilang karena DNT
    Mereka DNT sibuk dengan dunianya sendiri.Yang Raja merasa sebagai Raja minta dilayani dengan baik oleh Boru,Dongan tubu cenderung duduk manis sementara Boru harus melayani.
    Makanya Ocehan Setelah pelaksanaan ulaon/pesta batak sangat luar biasa sekali dibandingkan pesta non batak dikarenakan posisi DNT.

    Dalam Pesta/Ulaon batak kurang terlihat semangat gotong royongnya.
    Sering pesta/ulaon adat batak kacau karena sedikitnya jumlah boru/pelayan atau borunya lari dari tanggung jawab karena usia lanjut.Sementara Hula2 dan dongan tubu mempunyai dunia sendiri.
    Gua sendiri terkadang kasihan melihat posisi boru/pelayan,apalagi yang jumlah borunya sedikit ditambah lagi pesta batak yang bisa menelan waktu sampai 18 jam.wkakkakakkak…akhirnya ada boru yang kabbbbuuuuuuuuur…..nggak tahan.Emangya anak gue dirumah nggak diurusin….wkkkakakakaka
    Padahal kalau diperantauan semunya sewa termasuk gedung ,dll.

    Dalam adat nasional serta adat jawa sumatera yg saya tahu….kalau kita punya pesta / ulaon semua datang membantu.Nggak ada Raja dan Pelayan disana.YANG MENJADI RAJA ADALAH UNDANGAN/TAMU

    Saya sependapat dengan orang batak sendiri yg mengatakan orang batak cenderung NATO
    ( No Action Talk Only ).Bisanya Cuma MANDOK HATA….Tapi urusan kerja 00000000
    Gue menulis ini berdasarkan pengalaman saya mengikuti beberapa kali Ulaon/Pesta batak,bahkan saya pernah mendampingi mempelai pria ngangkat piring dan tikar untuk pestanya besok….wkakkakakkakakakaak
    Sebab si mempelai tahu orang batak NATO….wkkakakakakaakakak

    BANGGA JADI ORANG BATAK ???????? BIASA AJA tuh……
    Saya menggunakan pembanding adat jawa,bukan berarti adat istri saya dimana dia berasal lebih baik.
    Adat jawa juga banyak yg perlu dikritisi.Adat jawa yang saya maksudkan adalah adat jawa di sumatera tempat istri saya dilahirkan.

    Sian Hami
    Halak batak na mar boru jawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s