BAGAIMANA NASIB ORANG BATAK YANG TIDAK PUNYA ‘HEPENG’?
Posted by batakgaul on April 17, 2009
http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/13368
PESTA ADAT
Horas all,
Hope your day fill of joy.
Rekans semuanya….saya boleh minta pendapat kan?
Sejak lahir saya sudah batak. Inong pangintubu juga batak. Yang pasti offung juga batak kan?
Jadi darah yang mengalir di tubuh saya itu darah batak total yaitu darah mudar….bukan darah biru.
Saya bangga jadi orang batak dan menghormati budaya batak, termasuk acara-acara adat yang tidak bisa dikatakan sederhana seperti pesta pernikahan di adat batak. Kita semua pasti tahu betapa ribet (aha do tahe bahasa batakna) biaya pesta di adat batak dan mahal. Ternyata untuk benar-benar jadi batak itu mahal ya?
Harus bisa ngasih makan “sahuta”, belum lagi sinamot yang harus dibayar, tapi tak ada istilah bayar sinamot dengan “timbang hosa” kan? karena kalau nikah tak “diadati” berarti dia tidak bisa memenuhi hak dan kewajibannya sebagai Orang Batak (mohon dikoreksi kalau salah).
Lain lagi ceritanya kalau menikah dengan si A Seng atau si Sumarno or si bontar mata…asa sangap inna…ingkon ibahen do margana..alai mambahen marga on tong do arga ate…(supaya terhormat katanya…harus dibuat marganya..tetapi membuat marga pun harganya mahal…red).
Memang katanya bisa bayar adat belakangan setelah ada rejeki. Terus kalau rejekinya cukup-cukupan gimana?
Karena pesta adat kan bisa sampai puluhan juta. Belum lagi pemenuhan biaya hidup yang semakin tinggi.
Jadi boha nama nasibni halak batak na so tarpatupa ibana songoni. Ingkon tersisih ma halaki di paradaton?
On ma sungkun-sungkun hu tu loloan…..
(jadi bagaimana nasib orang batak yang tidak bisa memenuhi adat ini? apa mereka harus tersisih dari adat?….red…).
Regards fuang,
Rosfenni Malau




lia said
aku cewek umur 21 tahun 3 minggu yang lalu aku hampir menikah dengan orang batak bermarga munthe tp tdk jadi karena suatu hal.
kalau boleh ingin kutanyakan apakah mahar untuk perempuan di medan sangatlah penting?
terimakasih
merlin Br. Silaban said
Horas, aku cwek yg sudah berumur 28thn. dan belum berumah tangga.menurutku klo ttg sinamot itu tidak terlalu penting ya. yg artinya aku mau menikah bukan karena sinamot yg besar atau mahal. yg penting untuk ku menikah itu diberkati digereja dan Tuhan Yesus yg menjadi pondasi dari rumah tangga ku kelak. bukan karena sinamot yg besar maka cintaku akan menjadi besar atau hebat, bukan itu.aku tidak mau hanya karena gagalnya transaksi sinamot angka natua tua hita gabe gagal do pernikahan ku..dangolo au.(sering terjadi dengar dari teman2ku) molo boi dibiracakon ma na denggan hingga tercapai kesepatakan yg tidak merugikan kedua belah pihak..sinamot yg besar bukan berarti rumah tanggaku akan langgeng selamanya, bukan itu.
tapi untunglah aku punya orang tua yg tidak rakus akan sinamot sehingga kedua kakak2ku bisa menikah memakai adat batak tanpa adanya pertengkaran sinamot( waluapun kecil), dan rumah tangga mreka aman sampai sekarang.
maka aku sarankan ngomonglah baik2 dengan orang tua kita.semoga berguna. amin.
berlin manurung said
memang berat jadi orang batak…….. harus banyak uang dan banyak teman yg kaya raya. mau kawin harus banyak uang, uang sinamot lain lagi acara adatnya. memang susah do jadi lelaki batak…., hanya keajaiban lah yg datang. tetapi klu ada boru ni raja yg mau tanpa banyak sinamot boleh lah, tapi apa mungkin jaman sekarang. jaman sekarang harus punya pribadi yg kuat.BATAK CENTER
Gultom said
Tu sude angka na laho sohot.
Unang alani sinamot gabe dang jadi sangkap parbagason.
Sinamot do na balga (godang), sinomot do tong na otik.
Molo nga satahi angka na marsangkap marbagas boi do sude masijaloan roha (mardos nitahi)
Adat do nabalga adat do tong na met-met.
Molo angka natua-tua na bisuk, dang holan hagiot na be ingkon si oloan, sungkononna do anak na manang boru na. Molo nga cocok pasti adong jalan keluar.
Alex said
memang toho do na didok ni akka dongan…
alai tetap do penting sinamot i…
tergantung to sikon dari kedua belah pihak do…
molo memang memungkinkan do dohot sinamot na otik dang memberathon pihak parboru tu masalah biaya, why not…
alai molo dao do poang hutani paranak, hape sinamot otik, bohanamai… holan tu ongkos ni mobil pe hurang, lain tu ulos dohot dekke, dohot na asing, hape keluarga ni parborui pe pas pasan do ekonomina. boha muse mai.. kan penting do tong sinamot…..???